Full Day School Mulai Disosialisasikan di Mesuji

27 Juli 2017 - 12:37:06 | 3773 | BERITA DAERAH

DL/26072017/Mesuji

---- Mengacu pada Permendikbud No.23 tahun 2017 tentang Hari-hari Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikdud) Kabupaten Mesuji mulai melakukan sosialisasi untuk menerapkan system pendidikan sehari penuh (fullday school) pada tahun ajaran 2017/2018, Selasa 25 Juli 2017.

Sosialisasi awal yang dilakukan untuk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang berlangsung di gedung SMP Negeri 1 Simpang Pematang, kecamatan Simpang Pematang. Karena SMP Negeri 1 sebagai sekolah rujukan di Kabupaten Mesuji. Nantinya akan dijadikan sekolah percontohan Full Day School. Dan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), akan dilakukan di SD Negeri 1 Margojadi Kecamatan Mesuji Timur.

Kepala Disdikbud Mesuji, Syamsudin  mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini jelas, untuk memberikan pemahaman kepada para wali murid dan Kepala Sekolah bahwa pada tahun 2017/2018 instruksi Menteri Pendidikan tentang penerapan Full Day School di kabupaten Mesuji.

Nantinya, sekolah akan dilaksanakan selama lima hari dalam seminggu yakni dari Senin hingga Jumat, dan jam sekolah diberlakukan sejak pukul 07.30-16.00 WIB. Sabtu dan Minggu libur, anak-anak bersama keluarga.

“Dalam Full Day School ini akan dititik beratkan dengan pendidikan karakter anak. Untuk itu diminta Kepala Sekolah dari sekarang untuk mempersiapkan program-program. Sehingga saat penerapannya dapat berjalan.” Paparnya.

Kepada UPTD, Komite, Kepala Sekolah serta  wali murid dapat memberikan pemahaman agar anak membawa bekal dari rumah. ”Karena dengan membawa bekal dari rumah, anak-anak dipastikan makanannya menjadi makanan sehat,” katanya.

Selain itu agar anak tidak bosan belajar di sekolah, guru harus memiliki inovasi baru mulai dari metodenya maupun medianya. Tak hanya itu saja, anak juga harus menanamkan budi pekerti mulai dari melaksanakan upacara setiap hari Senin. Dan setiap masuk kelas anak harus berdoa terlebih dahulu dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu guru juga harus menerapkan gemar membaca di sekolah.

“Dengan diterapkannya ini semua selain menanamkan sisi cinta tanah air kepada anak juga menanamkan keimanan,”ujarnya.

Full Day School ini, sistem pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar kelas. Seperti halnya pelajaran Ekonomi, anak-anak bisa diajak ke Pasar untuk survei di pasar anak-anak bisa melihat bagaimana cara berjualan.

Kemudian PPKN ada pelajaran Demokrasi tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa dibawa ke DPRD untuk melihat DPRD itu seperti apa.

Begitu juga dengan pelajaran Agama Islam, anak-anak bisa di bawa ke masjid untuk belajar Sholat dan mengaji. ”Ini semua kita lakukan  anak-anak benar-benar praktek tidak hanya teoritis  saja,” terangnya. (sup)