X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Puryoto: Perpani Lampung Siap Latih Atlet Difabel

  • dibaca 74 kali

    DL/01012018/Bandarlampung

    ---- Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Lampung, Puryoto menegaskan bahwa tim pelatih dari Perpani Lampung siap membantu melatih para atlit yang dikirim oleh National Paralimpic Committee (NPC) Lampung dalam cabang olahraga Panahan.

    Para atlet difabel akan disiapkan untuk program latihan khusus disesuaikan dengan situasi dan kondisi para atlet yang ada. “Kami siap melatih teman-teman dari disabilitas, yang ingin berlatih di cabang Panahan,” katanya kepada detiklampung.com, belum lama ini.

    Jika memang ada atletnya, kata Puryoto, para pelatih Panahan Lampung siap menampung dalam latihan sesuai dengan yang dijadwalkan Perpani di lokasi latihan saat ini.

    “Kami sebagai Pembina memang pernah terpikir, bahwa jika memang ada atlet difabel yang muncul di Lampung ini akan kami ikut sertakan dalam berbagai event di tingkat nasional, karena memang evenntnya ada. Maka dari itu teman-teman NPC Lampung jika memang ada atlet binaannya yang berhasrat belajar dan menekuni cabang olahraga Panahan, silahkan berhubungan dengan Perpani Lampung,” ujar Puryoto.

    Sementara itu, ketua NPC Lampung, Parmono menyambut baik keterbukaan dari Perpani Lampung tersebut. “Alhamdulillah. Sebenarnya kami berfikir sejak lama tentang ini. Karena para anggota dan atlet NPC ini kan serba dalam keterbatasan, maka dengan kabar baik ini, kami segera menindak lanjuti,” ucapnya.

    Peralatan Latihan

    Parmono memang telah menyampaikan kepada para atlet difabel Lampung yang berkeinginan untuk berpindah cabang olahraga, ke olahraga Panahan. “Kami sudh sampaikan ke beberapa teman, terutama mereka yang mengalami cacat bukan di bagian kedua tangannya. Sehingga masih memungkinkan untuk belajar memanah. Namun kendalanya pada peralatan yang cukup mahal.” Katanya.

    Sementara sebelumnya, Puryoto, menyarankan agar berlatih dengan alat yang seadanya terlebih dahulu. “Kalau soal alat, kami masih bisa meminjamkan untuk sekedar latihan. Memang kan tidak semua harus langsung dengan alat yang mahal. Pengenalan dulu, dan semua berproses,” tuturnya.

    Peralatan latihan bisa direkayasa dengan karet dan paralon, hingga dengan peralatan sesungguhnya. Maka proses pengenalan yang harus didahulukan agar atlet benar-benar serius dan kelak akan semakin tekun menjadi atlet Panahan. (don)

  • Berita Terkait

  • Ke way Kambas Aja, Jalan Sudah Mulus

    Pemkab Mesuji Terbaik ke-3

    Tindak Kejahatan di Lampura Menurun

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar