Gubernur Ridho Beri Tali Asih Peraih Perak dan Perunggu

09 Desember 2017 - 00:15:41 | 729 | OLAHRAGA

DL/09122017/Bandarlampung

---- Dengan kekuatan 15 personil yang berangkat ke Bandung dalam rangka mengikuti Kejurnas beberapa cabang olahraga National Paralimpic Committee (NPC), empat atlet Lampung meraih medali Perak dan Perunggu.

Para atlet Disabilitas NPC Lampung yang turun di tiga cabang olahraga, Bulutangkis, Atletik dan Tenis Meja memang harus berjuang melawan para atlet disabilitas lainnya dari daerah lain terutama tuan rumah Jawa Barat yang mengumpulkan banyak atlet tangguh.

Namun akhirnya Sukiyatno, Iman Hendrik dan Zulfikar mampu melaju hingga babak final Tenis Meja Beregu Putra, dan kalah dari tuan rumah Jawa Barat, 0-3. Lampung harus puas dengan runner up Medali Perak.

Sementara dalam nomor perorangan putra, lagi-lagi Iman Hendrik dari Lampung Timur berhasil menerobos ke empat besar, meski harus puas dengan hasil peringkat 3, medali Perunggu.

Hasil ini menurut Parmono, ketua NPC Lampung yang sekaligus pendamping para atlet Lampung, sudah sangat luar biasa. “Lampung mulai diperhitungkan sejak Peparnas 2016. Sukiyatno perjuangannya luar biasa. Meskipun dia kehilangan satu kaki dan memakai tongkat, bisa menandingi atlet yang punya dua kaki penuh,” ujar Parmono.

Beberapa hal yang memang harus diperhatikan adalah dalam memilih kelas. Lampung ada beberapa peluang yang bisa mendapatkan medali, namun kelas itu tidak dipertandingkan oleh tuan rumah, karena di sana atletnya tidak ada. Alhasil, Lampung membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu.

Diapresiasi Gubernur Lampung

Prestasi ini diapresiasi positif oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dengan memberikan Bonus kepada para peraih medali dan bantuan pembelian sarana prasarana latihan tenis meja.

Gubernur dalam pesannya mengatakan akan terus memperhatikan atlet disabilitas. “Tentu ini semua asset kita di Lampung. Mohon maaf saya tidak bisa melihat langsung dan bersama-sama dengan teman-teman dari atlet disabilitas saat ini, karena banyak yang harus saya kerjakan. Sampaikan salam saya kepada mereka untuk tetap semangat. Bantuan itu jangan dilihat besarannya dulu. Ini proses ya. Sebab semuanya bertepatan dengan berbagai kegiatan, seperti Porprov dan lain-lain.” Kata Ridho via selulernya.

Sebelumnya saat Peparnas tahun lalu, Ridho juga sangat antusias menerima atlet disabilitas di ruang kerjanya dan memberikan banyak pesan dan penyemangat kepada para atlet.

Gubernur berpesan agar para atlet NPC lebih semangat berlatih, untuk fokus mempersiapkan Peparnas di Papua tahun 2020. “Kami  baru bisa bantu sekedarnya tapi mudah-mudahan cukup. Dan pergunakan itu untuk pemacu semangat untuk yang lain.” Katanya.

Untuk sementara selain tali asih, Ridho yang juga ketua umum KONI Lampung memberikan bantuan peralatan Meja Pingpong untuk Lampung Selatan, Lampung Timur dan Tanggamus, dimana tiga daerah ini atletnya punya potensi besar dalam olahraga Tenis Meja.

Sukiyatno, petenis meja asal Lampung Timur mengatakan rasa syukurnya atas perhatian ini. “Saya berterima kasih kepada pak Ridho yang sudah mengutus memberikan bonus dan pembelian alat olahraga buat kami. Ini menjadi pemacu semangat kami di daerah untuk lebih berprestasi. Saya juga berterima kasih kepada ibu Bupati Lampung Timur yang juga sangat perhatian sama kita,” ujarnya.

Sementara Zulfikar mengatakan dengan semangat, akan berlatih keras untuk mengalahkan tim Jawa Barat di Peparnas mendatang. “Saya bertekad untuk bisa mengalahkan Jawa Barat,” katanya. (AG)