Ini Dia Lima Begal Junior Bersenpi Tewas Baku Tembak

02 April 2017 - 07:50:35 | 1854 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/02042017/Bandar Lampung

---- Ini Jawaban Polisi soal Begal. Kepolisian Daerah (Polda) Lampung merilis berita kerja keras Tim Tekab 308 yang berhasil melumpuhkan sekawanan pelaku kejahatan dalam kategori pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas) serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau 3C.

Ini rekor, merupakan tindakan tegas yang berhasil melumpuhkan lima tersangka dalam satu peristiwa. Tindakan ini memberikan bukti bahwa polisi ingin merespon keresahan masyarakat dari gangguan pelaku kejahatan pembegalan dan curanmor yang makin mengganas belakangan ini.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombespol Murbani Budi Pitono kepada media mengatakan bahwa kawanan terdiri dari lima tersangka 3C yang merupakan residivis dan target operasi  Kepolisian Lampung, diidentifikasi seluruhnya warga Jabung Lampung Timur masing-masing Safar (20), Junaidi Ibrahim (20), Riko (17), Indra Saputra (17) dan Herman Efendi (17).

Mereka dipergoki sedang mengintai korbannya di kawasan Serengsem Panjang, Sabtu dini hari, 1 April 2017 sekitar pukul 02.15 wib.

Tim Tekab dalam upaya menghentikan tindak pidana yang dilakukan kelima pelaku yang dalam ukuran usia masih tergolong junior ini, ternyata justru direspon mengejutkan oleh kawanan begal muda ini dengan melakukan tembakan ke arah polisi, bahkan ada yang melakukan perlawan dengan senjata tajam dan berusaha menabrakkan motornya ke petugas.

Maka sempat terjadi baku tembak antara Polisi dan kawan itu. “Lima pelaku terpaksa kami berikan tindakan tegas dan terukur karena melepas tembakan ke arah anggota saat hendak diringkus. Ada yang melawan dengan senjata tajam. Itu memaksa kami memberikan tembakan melumpuhkan. Kelimanya meninggal dunia dalam perjalanan ke RS,” jelas Kapolresta Kombes Murbani Budi Pitono di ruang jenazah RS Bhayangkara.
Kelimanya merupakan kelompok yang memiliki peran masing-masing saat memetik alias mencuri motor. Tercatat setidaknya mereka ini sudah 30 kali beraksi di wilayah Bandar Lampung.

Bertukar anggota dengan kelompok lain juga dilakukan. Kelimanya ada yang berstatus DPO, residivis dan masuk bui semuanya atas kasus curas, curat dan curanmor.

 “Ini merupakan tindakan Polresta Bandar Lampung dalam menjawab keresahan masyarakat yang semakin tinggi dengan aksi kriminalitas begal. Tindakan tegas pasti diberi. Jadi kepada pelaku begal lain, berhenti secepatnya. Jangan nanti bernasib sama seperti lima orang ini, " tegas Murbani yang didampingi Wakapolresta AKBP Bobby Manurung dan Kasatreskrim Kompol Deden Heksa Putra.

Dipergoki Tim Tekab

Penangkapan ini berawal dari informasi yang masuk ke tim Tekab bahwa komplotan ini infonya hendak beraksi lagi. “ Kemudian Tekab 308 menyisir beberapa lokasi untuk hunting. Nah, saat di Panjang, anggota melihat gerak-gerik mencurigakan lima pelaku ini dengan menggunakan dua motor sambil berjalan santai memperhatikan rumah penduduk dan lingkungan sekitar,” kata Murbani di ruang jenazah RS Bhayangkara Bandar Lampung, Sabtu 1 April 2017.

Anggota kemudian indentifikasi langsung lima orang mencurigakan tersebut. Hasilnya mereka semua merupakan gabungan dari residivis, DPO dan target operasi dengan beberapa laporan Polisi. “Anggota kemudian mengejar mereka. Nah, melihat anggota, kelimanya malah berusaha tancap gas. Dikepung eh mereka malah lepaskan tembakan ke anggota. Ada yang keluarkan badik dan clurit kemudian menyabetkan ke anggota. Ada pula yang berusaha menabrak anggota langsung,” tambah Murbani yang didampingi Wakapolresta AKBP Bobby Manurung dan Kasatreskrim Kompol Deden Heksa Putra. 

Mempertimbangkan keselamatan anggota dan tidak ingin lima pelaku yang memang sudah dua tahun jadi incaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung itu bisa lolos kabur, tembakan tegas diberikan. 

Dari kelimanya disita BB sepucuk senjata api rakitan (senpira) berikut empat amunisi aktif dan satu selongsong, dua gagang kunci T berikut enam mata kunci, dua unit sepeda motor yang dikendarai lima pelaku saat diringkus dan empat bilah senjata tajam berupa badik dan clurit. (igun/*)