Pembangunan Ruko Mulyo Asri Terbengkelai

12 Oktober 2013 - 00:57:44 | 4762 | BERITA DAERAH

DL/10102013/Tuba Barat.

Dua puluhan ruko yang sedianya dibangun di kawasan bisnis Pasar Mulyo Asri, Tulangbawang Barat  sampai saat ini terbengkelai meskipun pembangunannya dimulai tahun 2009.

PT. Windu Bangun Perkasa sebagai pelaksana renovasi ternyata telah berpindah kepemilikan dari sebelumnya Hj. Windu Fitria  direktur PT. Windu Bangun Perkasa selaku pengembang, menjualnya kepada H. Safril tetapi masih menggunakan bendera PT. Windu Bangun Perkasa.
Ketua panitia pembangunan Zainal Arifin, ketika ditanyakan permasalahan ini mengaku tidak tahu, ia hanya melaksanakan perintah atasannya. Disinyalir soal perijinan yang belum tuntas, maka proyek itu terbengkelai.

Sementara  itu Lurah Mulyo Asri, Yosep Sukowantro, ketika dihubungi via telepon membenarkan jika sebelum hari raya Idul Fitri lalu ada seseorang yang mengaku bernama  H. Syafril memberitahukan bahwa perijinan ruko sedang diurus.  “Saya belum pernah ketemu dengan yang namanya H. Syafril. Tapi ada orang yang mengaku bernama H Safril mengatakan bahwa ijinnya masih diurus.” katanya.
Ia menambahkan bahwa sangat disayangkan jika proyek yang menelan biaya tidak sedikit itu harus terbengkelai, karena kecerobohan pengembang. ”Padahal sudah sangat lama,” tambahnya.

H. Syafril sampai dengan diturunkan berita ini belum bisa dihubungi baik via telepon maupun secara langsung.

Dalam kontrak pembangunan yang menelan biaya Rp. 5.940 juta disebutkan segala pembiayaan pembangunan, pengurusan perijinan dan persyaratan yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab pengembang. Pemerintah daerah hanya menyediakan lahan 10.000 M2 yang terletak di kelurahan Mulya Asri kecamatan Tulang Bawang Tengah yang merupakan aset pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.

Perjanjian kerjasama pembangunan 22 ruko Mulya Asri ini telah ditanda tangani pada 28 Januari 2009 oleh DR. Abdurrahman Sarbini, selaku Bupati mewakili Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (waktu belum lahir DOB Tulang Bawang Barat-red).

Menurut kesepakatan harusnya pembangunan ruko tersebut selesai pada Januari 2010. Tetapi hingga kini yang terwujud hanya dinding tembok kosong tanpa pintu, jendela dan atap. Hingga mirip sarang hantu. (r-nng)