Dalmas DIM 0411 Lampung Tengah, Siap Amankan Pemilu 2014

23 Januari 2014 - 17:33:08 | 2376 | BERITA DAERAH

DL/23012014/ Kota Metro

Puluhan masa berlaku beringas dan anarkis menyambut kedatangan komandan Kodim (Dandim) 0411 Lampung Tengah, Letkol. Inf. Maulana Ridwan, saat meninjau salah satu lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), di Kota Metro.

Aksi massa dipicu lantaran mereka tidak dapat menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu Legislatif tahun ini. Oleh karenanya massa memprotes kepada panitia pemungutan suara (PPS), merasa tidak puas dengan penjelasan pihak panitia, maka masa berlaku anarkis bertepatan dengan kunjungan Dandim ke lokasi tersebut.

Berkat kesigapan pasukan pengendali massa dari Dim 0411, yang dilengkapi dengan peralatan pengamanan,  akhirnya warga yang protes dan berlaku anarkis dapat diredam.

Hal ini tergambar dalam simulasi gelar pasukan pengendali massa  yang digelar di halaman Makodim 0411, kamis (23/01).

Kepada reporter detiklampung.com, Maulana menjelaskan, simulasi gelar pasukan dalam pengamanan Pileg maupun Pilpres, Dim 0411 menerjunkan tiga satuan setingkat pleton (SST), “ Guna pengamanan di lapangan kami akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Dalam hal ini baik perlengkapan maupun personil kami siagakan, dan kegiatan ini dilakukan agar anggota dapat memahami tugasnya  pada saat di lapangan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dan bentrokan, pada saat menjelang maupun saat pelaksanaan  serta setelah Pemilu,  pihaknya telah mengintruksikan kepada segenap jajaran hingga ke tingkat Babinsa, agar senantiasa turun ke lapangan dan berkordinasi dengan semua jajaran.

Diakui Maulana, Kodim sendiri telah memploting dua titik kerawanan yaitu, kerawanan murni kriminalitas dan kerawanan karena pergerakan atau aksi massa.

Sedangkan kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu , menurutnya,  di semua TPS memungkinkan terjadinya kerusuhan atau keributan, terlebih pada saat penghitungan suara dan penetapan calon terpilih.

” Ditilik dari jumlah TPS yang ada, maka kekuatan gabungan TNI-Polri sangat tidak memadai, untuk itu kepada pihak linmas dan komponen yang ada untuk bersama-sama menjaga kondisi ini,” ungkapnya.

Maulana menambahkan, pasukan anti huru-hara yang disiapkan akan disiagakan di tiga wilayah yaitu, Kota Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur. “PHH Dim 0411 akan terjun ke lokasi huru-hara apabila pihak Kepolisian sudah tidak mampu menanggulangi aksi masa. Maka dua kekuatan TNI-Polri akan bergabung dalam pengendalian masa, “ tandasnya. (rd-07).