Atlet Porwil Lampung Masuk “Kawah Candradimuka”

DL/04102019/Pesawaran 

 --- Lebih dari 157 Atlet Lampung yang akan bertempur di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Bengkulu, 2 – 9 November 2019, dimasukkan ke dalam “Kawah Candradimuka” untuk menaikkan rasa percaya diri dan semangat juangnya.

Kawah Candradimuka” yang dimaksud adalah pendadaran mentalitas dan fisik dibawah komando para instruktur dari TNI Angkatan Laut, bertempat di Pantai Klara – Kabupaten Pesawaran, 4-6 Oktober 2019.

Bentuk pendadaran itu dikemas dalam Outbond yang diawasi langsung oleh para pelatih dari kesatuan TNI Angkatan Laut Panjang.

Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang disulasikan dan dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik dan mental.” Kata Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science, DR Frans Nurseto, Jumat 4 Oktober 2019, di pantai Klara, Pesawaran.

Kali ini, kata Frans, KONI Lampung menyerahkan sepenuhnya kepada TNI AL yang sudah terbiasa memberikan pendidikan mental dan fisik kepada berbagai komunitas selama ini.

“Tentu kami mempunyai target. Outbond ini tidak diberikan materi yang berat, namun cukup untuk memberikan kedisiplinan dan daya juang atlet. Melalui beberapa program dari para pelatih. Kami percayakan ini sepenuhnya dengan sasaran untuk meningkatkan semangat dan kepercayaan diri. Hanya ini yang ditekankan, mengingat waktunya sudah sangat mepet ke even sesungguhnya,” tambahnya.

Materi yang sudah disusun oleh para instruktur diantaranya pembentukan karakter, fun games, outbond, jam komandan, apel malam, renungan malam dan olahraga air.

Diharapkan setelah mendapatkan pendadaran secara fisik dan mental ini, para atlet akan mendapatkan semangat tambahan, bahkan semangat baru mendekati pertandingan yang sesungguhnya.

“Apapun kualitasnya atlet, hari ini adalah upaya peningkatannya. Jadi kami dari KONI dengan tegas mewajibkan seluruh atlet Porwil masuk dalam program ini. Kecuali, para atlet yang memang sakit dan dibuktikan dengan alat buktinya, bisa juga sedang latihan TC khusus di luar Lampung, ada beberapa hal yang menurut kami masuk logika sportivitas,” kata Frans.

Jika dengan sengaja, ada atlet yang seharusnya ikut, namun mangkir, akan disanksi dengan tegas. “Kami sudah berulangkali menegaskan bahkan saat pertemuan dengan pelatih dan manajer cabang olahraga, dengan mewajibkan mengikuti acara pencanangan dan outbond. Saya rasa sudah cukup sering kami sosialisasikan. Jadi kalau sengaja memang tidak mau ikut, yaa maafkami tidak akan daftarkan di Porwil, Titik.” Tegas Dosen Unila itu.

Frans menegaskan ini bukan soal sentimen, tetapi soal disiplin sebagai atlet yang bertanggungjawab dibina dan dibiayai dengan uang rakyat.

“Kami ini serius lo. Bukan coba-coba atau main-main. Kalau ingin membangun olahraga Lampung Berjaya, ya semua harus bergerak. Kalau kami bergerak cepat, cabor juga harus mengikuti iramanya.” Tuturnya.

Frans dengan tegas mengatakan tidak akan mentolerir atlet yang tidak disiplin, apalagi sengaja untuk mengabaikan program-program yang sudah disusun, demi peningkatan prestasi.

“Maaf sekali lagi, kami tidak memerlukan atlet yang seperti itu. Tegas saja kami tidak akan daftarkan ke Porwil. Kami tidak mau ambil risiko untuk hal ini,” ungkapnya. (hmskoni)