Bisa Mengurangi Pengangguran, DPRD Provinsi Lampung Apresiasi Rencana Pabrik Rokok Di Lampung Timur
DL|Politik|Bandar Lampung|22012026
----- Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Provinsi Lampung mengapresiasi rencana pembangunan pabrik rokok di
Kabupaten Lampung Timur. Pembangunan tersebut dinilai sebagai langkah positif
dalam upaya mengurangi angka pengangguran di daerah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron
Muchtar, mengatakan hadirnya pabrik rokok tersebut merupakan kabar baik,
khususnya karena digagas oleh putra daerah Lampung yang sukses di perantauan.
Menurutnya, pembangunan pabrik rokok tersebut, tidak
hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan
pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Ini adalah kabar baik, sebuah rencana bagus dari seorang
anak daerah yang sukses di perantauan. Hendaknya hal seperti ini diikuti oleh
perantau yang sukses lainnya, bahwa kita harus berkontribusi pada tanah
kelahiran kita,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, (22/01/2026).
Syukron menegaskan, pendiri pabrik rokok tersebut harus
memenuhi seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam
pendirian pabrik, agar tidak menimbulkan konflik sosial maupun persoalan hukum
di kemudian hari.
“Terkait pendirian pabrik, saya berharap owner rokok HS
dapat memenuhi seluruh SOP yang berlaku. Jangan sampai ada prosedur yang
terlewati, apalagi sengaja diabaikan, karena hal tersebut berpotensi
menimbulkan masalah di kemudian hari, baik masalah sosial maupun hukum,”
tegasnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi oleh pendiri pabrik, terutama terkait
kepastian lahan yang tidak rawan konflik serta kelengkapan seluruh perizinan
yang harus ditempuh sesuai ketentuan.
“Beberapa SOP yang dimaksud antara lain memastikan lahan
pabrik tidak berada di wilayah rawan konflik serta seluruh perizinan diproses
dan dipenuhi dengan baik, dan ketentuan lainnya,” jelasnya.
Selain itu, Syukron berharap pembangunan pabrik rokok di
Lampung Timur tersebut dapat memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya
dalam menyerap tenaga kerja lokal sehingga mampu mengurangi angka pengangguran
di Provinsi Lampung.
“Saya berharap, jika pabrik ini jadi didirikan, tenaga
kerja yang diserap nantinya diutamakan putra daerah. Dengan begitu, owner tidak
hanya memiliki pabrik di Lampung, tetapi masyarakat dan pemerintah daerah juga
benar-benar merasakan manfaat kehadirannya,” harapnya.
Syukron menambahkan, kebanggaan tidak hanya terletak pada
berdirinya pabrik rokok di Lampung, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat
Lampung sebagai bagian dari tenaga kerja di dalamnya.
“Tidak sekadar bangga karena pabrik ada di Lampung,
tetapi lebih bangga karena masyarakat Lampung menjadi bagian dari tenaga kerja di
dalamnya,” pungkasnya. (**)





Comments