Raih 15 Medali Emas Di Even Nasional, Pertanda Regenerasi Senam Lampung Berjalan

DL/Bandarlampung/Sport/13072024

----- Titik terang yang terus menyinari pembinaan cabang olahraga Senam di provinsi Lampung memberikan bukti bahwa regenerasi pesenam Lampung terutama pada disiplin Aerobic Gymnastic dan Rythmik.

Pesenam Lampung dalam dua disiplin ini dalam 10 tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan senam di Indonesia khususnya di arena Pekan Olahraga Nasional (PON).

Belum lama ini, bocah-bocah berbakat di Lampung itu mampu berkibar di dua event nasional Open Aerobic Gymnastic 2024 di Jakarta. Pada disiplin Aerobic misalnya anak-anak Lampung meraih 2 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Hasan Udin menjelaskan bahwa event yang diikuti ini merupakan kesempatan menunjukkan kemampuan dari hasil latihan selama ini. “Ini memberikan kesempatan bagi anak-anak berbakat kita untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyerap materi latihan untuk ditampilkan pada kompetisi yang bergengsi ini,” katanya.

Pada nomor National Development Individual Woman, dua pesenam Lampung meraih peringkat 2 dan 3, sementara Biara Ezra Ayu Dalope dari Jakarta menjadi pemegang medali emas di nomor ini. Perak diraih Nikeisha Afiyah Z dari Lampung dan Garini Adi Nismara juga dari Lampung meraih perunggu.

Di nomor National Development Individual Man, giliran anak-anak Lampung Berjaya. Fariz Athar Purnomo Lampung meraih medali Emas, Ahmad Arifin Billah juga dari Lampung memboyong Perak dan pesenam DKI Jakarta, Max Junior Wkanno meraih Perunggu.

Nomor Age Grup Individual Woman juaranya Farrah Vallerie Murvyanda dari Jakarta, Ayasha Davierra juga dari Jakarta meraih perak. Sementara pesenam Khodijah Dzilfaa Syakiyah dari Lampung mendapatkan medali perunggu.

Pada Age Grup Individual Man, kembali dua pesenam putra Nanda Anugrah dan Ahmad 'Ukasyah Kholillah  dari Lampung meraih medali Emas dan perak di nomor ini. Dan perunggu diraih M. Revi Meinakie asal Jambi.

Disiplin Rythmik

Sementara para pesenam penerus prestasi di disiplin Rythmik dibawah asuhan Yulianti, mengikuti kejuaraan nasional 3rd INA Open 2024 di BSD Tangerang Banten, pada 12 sampai 13 Juli 2024.

Pada Kategori Baby, pesenam Lampung Joa Quiin meraih 2 medali emas, Diva Kasturi mendapatkan  2 medali perak, Jyovinca memperoleh 1 medali perak, dan Adiva Yasna baru mampu berada di ranking 6.

Kategori Grup Baby satu medali emas diraih mereka satu grup yang terdiri dari Diva, Jyo, Kiara, Tania dan Yasna.

Pada kategori Benjamin, pesenam harapan Lampung Gendis Putri meraih 2 medali emas. Dan ?Paulina Gwyneth juga meraih 2 medali emas.

Kemudian pada kategori Prejunior, pesenam Lampung Halida Kaia meraih 1 emas dan 2 perunggu. Sementara Llaila Faiha memborong 3 medali emas. Dua pesenam lainnya, ?Balqis Aisyah mendapatkan 1 perunggu, dan ?Kanaya meraih 1 perak dan 2 perunggu.

Untuk kategori Grup Prejunior, Lampung juga menyabet 1 medali emas atas nama Gendis Putri, Kanaya, Balqis Aisyah, Halida Kaia dan Laila Faiha. Sedangkan pada kategori Junior, pesenam Lampung Felizya Adzka meraih 1 medali emas dan 2 perak.

Hasil yang luar biasa ini memberikan kesan tersendiri bahwa Yulianti dan kawan-kawan bekerja keras untuk terus menumbuhkan pelapis pesenam Lampung seperti Sutjiati Narendra dan Tri Wahyuni.

“Yaa kami memang selalu fokus. Ada atau tidak ada even, latihan anak-anak ini tetap pada porsi yang terprogram. Jadi tidak ada istilahnya latihan dadakan, karena senam adalah keterbiasaan melakukan. Bukan gerakan-gerakan dadakan,” kata Yulianti.

Yuli menegaskan sebagai mantan atlet yang juga dijuluki “Ratu Senam Rytmik Lampung” menegaskan bahwa menjaga kontinuitas regenerasi itu perlu perjuangan berat dan tahan banting.

Karena sering diserbu berbagai persepsi yang sangat tendensius dan cenderung negatif, karena hanya melihat sepintas lalu.

“Namun, kami terus berjalan sebisanya. Dan ketika hasilnya terlihat jelas, maka orang baru percaya. Tetapi apakah prosesnya mereka mengikuti secara detail, enggak kan? Maka diperlukan orang-orang yang mendukung karena mengerti persoalan sebenarnya,” tambah Yuli.

Regenerasi menjadi bagian terpenting dari sebuah prestasi yang berkelanjutan. Namun ini harus disertai dengan pola pembinaan dan regenerasi yang baik pula.

Tak  ada gunanya, jika hanya berfikir membina yang sudah jadi apalagi untuk berfikir singkat dengan “naturalisasi” saja. Maka lambat laun potensi daerah ini akan semakin menurun dan punah. (don)