X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Mbah Somo: Berjuang Untuk Negara Tanpa Pamrih

  • ---- DL/15082017/Lampung Timur Kilas Balik Prajurit Pejuang Sejati Sepanjang Masa.

    Mentari pagi baru saja beranjak dari peraduannya, hari pun nampak cerah dan sedikit gerah di Dusun 3 Desa Braja Asri Kecamatan Wayjepara Lampung Timur.

    Seorang pria renta dan berbadan kurus yang berusia 103 tahun, satu abad lebih, masih kokoh tangannya yang keriput mencengkeram kuat gagang cangkul sambil mengayunkan alat pertanian itu menggali tanah pekarangnya untuk ditanami singkong.

    Dialah Somo Pawiro, pria kelahiran Solo pada 1922 lalu.

    Dan siapa sangka, jika Somo Pawiro yang mempunyai 8 anak ini merupakan seorang pejuang sejati, saksi dan pelaku sejarah negeri ini.

    Di rumahnya yang sangat sederhana, terbuat dari papan dan berlantai ubin, Ia hidup dengan kesederhanannya.

    Somo Pawiro  yang biasa akrab dipanggil mbah Somo oleh warga sekitar, tidak pernah mengenal apa itu modernisasi, yang Ia tahu hanya bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang anak laki-lakinya yang mengalami keterbelakangan mental.

    Selain bekerja sebagai petani, untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari mbah Somo juga dibantu oleh anak-anaknya yang lain.

    Entah bermimpi apa mbah Somo, hari itu, Senin 14 Agustus 2017 sekira jam 09.00 wib, dirinya kedatangan seorang tamu istimewa yaitu Komandan Kodim 0411/LT Letkol Inf. Jajang Kurniawan beserta jajarannya.

    Dengan terlebih dahulu mengucap salam, Komandan Kodim menyapa ramah mbah Somo, dengan senyum ramah mbah Somo menyalami pejabat TNI tersebut.

    “Assalamualaikum…mbah,” kata Letkol Jajang.

    “Waalaikumssalam..” jawab mbah Somo dengan suara khas nya.

    Tidak berapa lama, keduanya terlihat asyik berbincang akrab. Terlihat jelas raut wajah bahagia terlintas di wajah mbah Somo. Begitu juga dengan Letkol Inf. Jajang Kurniawan nampak mengikuti kemana pria tua itu melangkah hingga akhirnya keduanya duduk berdampingan di bawah pohon Jambu yang rindang di depan rumah mbah Somo.

    Beruntung, detiklampung.com berhasil mengikuti moment tersebut hingga cerita mbah Somo kepada Letkol Jajang Kurniawan bahwa dirinya merupakan saksi dan pelaku sejarah.

    Mbah Somo pernah menyaksikan hiruk pikuknya Negeri ini dijajah oleh bangsa asing kala itu, sejak jaman pertama kalinya diikrarkan Sumpah Pemuda hingga perang Kemerdekaan.

    Mbah Somo juga turut mengangkat senjata mengusir kaum penjajah dari bumi Pertiwi. Namun Mbah Somo tidak pernah menuntut jasanya, Dia Ikhlas berjuang demi Nusa dan Bangsa.

    “Saya itu pak, dulu ikut berjuang itu ikhlas saja. Saya gak berfikir mau dapet apa, pangkat saya apa. Yang penting Negara kita gak dijajah, gitu saja,” itu sepenggal kalimat yang diungkapkan pejuang tua ini.

    Usai bercengkerama dengan Mbah Sumo, Komandan Kodim 0411/LT Letkol Inf. Jajang Kurniawan menceritakan bahwa Mbah Somo merupakan salah seorang pejuang sejati yang selama ini luput dari perhatian.

    “ Saya ke sini itu mas, napak tilas dengan Prajurit Pejuang sejati sepanjang masa, yaitu Mbah Somo ini. Kenapa saya katakan demikian, beliaulah pelaku sejarah yang turut berjuang sejak sumpah pemuda belum diikrarkan sampai mengalami beberapa era atau jaman perjuangan Bangsa kita,” kata Dandim.

    Dikatakan Dandim, Mbah Somo pernah mengajukan hak-haknya sebagai Pejuang Veteran ke pemerintah, namun karena tidak mengetahui prosedurnya hingga saat ini apa yang menjadi haknya Mbah Somo belum dapat Ia nikmati.

    “ Saya sebagai Prajurit TNI merasa terpanggil dengan kondisi Mbah Somo, beliau adalah Prajurit Pejuang sejati tanpa pamrih. Saya akan perjuangankan terus apa yang musti Mbah Somo peroleh atas jasa-jasanya. Jujur saya akui, berkat kegigihan perjuangan beliau saya bisa menjadi seperti ini,” ujar Letkol Jajang Kurniawan.

    Jajang Kurniawan mengakui, bahwa Mbah Somo merupakan Guru, mentor dan inspiratornya serta profil idamannya.

    Karirnya selama ini tidak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan perjuangan Mbah Somo yang tiada pamrih untuk Bangsa dan Negara.

    Dandim mendorong Pemerintah untuk memberikan hak yang sama terhadap Mbah Somo seperti Veteran-veteran yang lain.

    Di era saat ini, terlebih saat ini bertepatan dengan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke 72, mbah Somo patut dijadikan panutan dan suri tauladan bagi semua generasi agar tidak melupakan jasa para Pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati jasa-jasa para Pahlawan pejuang serta menghargai sejarah Bangsanya. Jika kita ingin dihargai dan dihormati, maka kita wajib menghargai dan menghormati pejuang seperti Mbah Somo,” tegasnya.  

    Jajang Kurniawan berjanji akan terus memperjuangkan Mbah Somo agar mendapat hak dan perhatian dari Pemerintah. (Igun)