X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Lia Callia: Terinspirasi Kostum Cat Women

  • Aku Suka Yang Original

    DL/26032017/Bandarlampung

    --- Dengan balutan kostum hitam ketat full press body, seorang wanita cantik mungil, keluar dari balik kerumunan tamu yang hadir di Ballroom Emersia Hotel, Sabtu malam, 25 Maret 2017.

    Dengan tubuh tinggi semampai, Lia Callia, berjalan bak kucing hitam ke atas stage pojok panggung, diantara para pemain band yang menghibur pada acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Parfi Lampung.

    Lantas Lia, mulai memegang mik dan menyapa seisi ruangan dengan ramah dan senyum mengembang. Beberapa lagu dilantunkan, dari lagu Pop dan kemudian lagu-lagu Dangdut.

    Yang lebih menarik perhatian adalah kostum yang dikenakan Lia, serba hitam, ketat dan sedikit mengkilap. “Iya, aku memang terinspirasi dengan tokoh Super Hero Cat Women. Jadi ya mencoba bisa sedikit mengakomodir kostumnya saja.” Kata penyanyi dangdut dari KDI angakatan 2009 ini.

     

    Lia mengaku sejak kecil sudah suka irama Dangdut, dan ini bukan tidak ada alasannya. “Ibuku suka nyanyi Dangdut dan Papa juga pemusik Dangdut. Jadi emang aku lahir di keluarga yang gemar musik jenis ini. Akhirnya ya aku tekuni aja sampai masuk ke KDI tahun 2009, karena dorongan keluarga juga.” Ujar bontot dari 4 bersaudara itu.

    Banyak Godaan

    Sejak usia 3 tahun, gadis kelahiran Kalimantan Selatan yang kini menetap di Jakarta itu sejak 3 tahun belakangan terus mencari jati diri dan ingin berkarir di Jakarta. “Kalau di Jakarta, kesempatan untuk berkarir cukup terbuka. Tinggal bagaimana kita membawa diri dan menunjukkan kemampuan,” tuturnya.

    Diakui kendala cukup besar di ibukota Negara ini. Godaan bahkan lebih besar dari yang ia bayangkan. Tidak sedikit yang menawarkan jasa untuk mengorbitkannya, namun ada embel-embel yang sulit untuk dipenuhi. “Ya sulit saya menghadapi yang seperti ini. Karena saya ingin berkarir dengan kemampuan yang sesungguhnya, tidak harus mengorbankan hal lain yang sangat pribadi.” Ujar penggoyang Pecut ini.

    Lia sudah dua kali merilis single dari label HW Record yang berjudul Pokoknya Mantab ciptaan Haji Ukat S, dan Mungkin Dia Lelah karya Irwan Joker. “Memang sudah cukup memperkenalkan nama saya di dunia musik Dangdut meski belum fenomenal. Tetapi ini menjadi jalan yang baik untuk memperkenalkan diri dan kemampuan kita di masyarakat. Karena itu tadi, saya ingin menjual kemampuan secara proporsional,” kilah gadis berusia 25 tahun ini.

    Saat ini sedang mencoba merilis single ketiga ciptaannya sendiri, Dimana Kamu. “Lagu ini saya buat sendiri dan diaransemen oleh bang Anton Gholock. Jujur saja ini pengalaman pribadi. Cinta segitiga, yang merupakan penyesalan dari seorang wanita. Ya pokoknya seru lah,” tuturnya sambil tertawa lebar.

    Dibilang senyumnya mirip Denada, Lia tertawa. “Kata temen-temen kok saya mirip Farah Quin. Yach yang penting bagus lah. Itu menjadi motivasi saya. Karena saya disamakan dengan beberapa orang hebat, sementara saya belum apa-apa. Itu yang kemudian saya harus memberikan bukti tidak sekedar mirip orang top, tapi saya harus berprestasi juga,” katanya.

    Mau Main Film

    Dalam pergaulan sehari-hari dengan berbagai kalangan, akhirnya menumbuhkan minat Lia untuk juga ikut bermain film, meskipun secara formal tak punya pendidikan seni peran. Beberapa tawaran untuk turut dalam sinetron dan film, meskipun tidak sebagai pemeran utama memang datang kepadanya.

    Akhirnya Lia memutuskan untuk mengambil peran dalam film layar lebar yang kemungkinan akan bermain bersama beberapa artis kawakan seperti Dorce Gamalama, Luna Maya dan Nafa Urbach. “Saya ikut dalam project film kisah tentang Deddy Dores dan Nike Ardilla almarhum, yang sementara ini diplot sebagai teman Nike. Sementara Nike diperankan Nafa Urbach. Mudah-mudahan bulan depan ini mulai syuting. Ini film pertama saya,” kata gadis yang merencanakan dua tahun lagi menikah ini.

    Memang dunia tarik suara sangat berbeda dengan dunia acting, sehingga terus ada pembelajaran yang diikutinya. Oleh karenanya Lia mengaku selalu rajin bertanya dengan para senior tanpa malu-malu, demi pengembangan karirnya. “Saya banyak belajar dengan para senior untuk acting. Selain di film juga pengin sich nanti main Sinetron.” Katanya.

    Soal penampilan, Lia mengaku memang harus membatasi bagaimana tampil di public dan mana tampil di panggung terbatas. “Selama saya tidak mengganggu orang lain, fine saja. Kostum kan bagian dari karir dalam bernyanyi. Ini bisa mendukung penampilan. Sepanjang masih pantas, saya kira gak papa.” Ungkapnya.

    Secara genre, meskipun banyak irama Dangdut, sebenarnya Lia lebih suka pada yang dangdut original. Tetapi karena memang tuntutan pasar saat ini banyak perubahan, maka dia juga tak menampik untuk bisa menyesuaikan pasar.

    Wanita muda ini mengakui harus banyak menyesuaikan diri dalam dunia hiburan di Indonesia, namun tetap harus kontrol pada hal-hal yang sensitif. Makanya dia ingin fokus dulu dalam karir.

    Selamat berjuang Lia. (don)