X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Artikel Popular Novelia Yulistin

  • Sejarah dan Kronologis "Umbul Limau"

    oleh: Novellia Yulistin Sanggem

    Ketua Kornas Lampung Tim Gabungan Advokasi Umbul Limau

     

    Umbul Limau seluas + 225 hektar adalah milik ahli waris Muhtar yang di inclave dari areal pencadangan Transmigrasi Tulang Bawang.

    SEJARAH

    Penempatan Transmigrasi di Tulang Bawang, Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Utara sesuai dengan Program Pemerintah Dalam Pelita II Tahun 1974/1975 yang saat itu direncanakan menempatkan Transmigrasi baru sebanyak 38.000 KK di Provinsi Lampung.

    Berdasarkan ketentuan UU No 3 Tahun 1972 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Transmigrasi, bahwa pengadaan tanah untuk penempatan Transmigrasi dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu;

    Pembebasan tanah oleh Bapak Bupati atau Gubernur yang diikuti pencadangan areal. Selain itu penggunaan tanah masyarakat adat/ulayat melalui kompensasi/recoqnisi yang diikuti pencadangan areal.

    Untuk merealisasi rencana Direktorat Transmigrasi Provinsi Lampung menugaskan Kamsono Hadi dkk untuk melakukan survey ke salah satu daerah di Tulang Bawang yaitu di Kecamatan Menggala, Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Utara tepatnya di Kampung Pagar Dewa dan sekitarnya yang sebahagian besar areal inimerupakan Tanah Adat/Ulayat Masyarakat Hukum Adat Marga /Buai TegamoanTulang Bawang.

    Dengan terpilihnya Tanah Adat / Ulayat tersebut sesuai dengan ketentuan UU No 3 Tahun 1972 tentang Ketentuan-Ketentuan PokokTransmigrasi, maka masyarakat Hukum Adat Marga Buai Tegamoan harus melepaskan hak atas tanah tersebut kepada Pemerintah Cq. Direktorat Transmigrasi Provinsi Lampung.

    Pada tanggal 5 Maret 1974 Pemuka-Pemuka Adat Pagar Dewa membuat surat pernyataan penyerahan tanah seluas 58.000 ha untuk digunakan sebagai areal penempatan transmigrasi dengan ketentuan apabila di dalam areal yang diserahkan terdapat tanah pusaka berupa : makam, kuburan, kebun/umbul tanaman rakyat tidak termasuk yang diserahkan.

    Atas Dasar surat pernyataan tanah tersebut diatas kemudian Kepala Direktorat Transmigrasi Provinsi Lampung melalui suratnya No. A/989/6, tanggal 05 Maret 1974 mengirim surat kepada Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lampung Utara tentang permohonan dan/atau Pemberitahuan, bahwa Direktorat Transmigrasi Lampung akan melakukan penempatan Transmigrasi Tahun 1974/1975 di Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Utara (lampiran 2).

    Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lampung Utara setelah menerima surat dari Kepala Direktorat Transmigrasi Provinsi Lampung melalui suratnomor : 2116/Pem/I/74, tanggal 16 Maret 1974 menyatakan menyetujui sepenuhnya penempatan transmigrasi baru dalam Pelita II Tahun 1974/1975 sebanyak 38.000 KK di daerah Menggala, Pagar Dewa, Pugung, Negeri Besar, Gunung Terang, dan Negeri Ujung Karang. (lampiran 2)

    Gubernur KDH. Tingkat I Provinsi Lampung menerbitkan Surat Keputusan Nomor : DA.18/SK/PH/1974, tanggal 20 November 1974 tentang pencadangan tanah seluas+  58.000 ha untuk proyek penempatan transmigrasi yang terletak di Kampung Pagar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan di Kampung Banjar Agung, Kampung Gedung Aji, Kecamatan Tulang Bawang Ilir, Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Utara dengan ketentuan daerah-daerah yang merupakan sumber kehidupan masyarakat setempat seperti : umbul, kebun, ladang supaya turut dibina sebagai daerah transmigrasi.

    Setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur KDH. Tingkat I Provinsi Lampung lalu ditindaklanjuti oleh Bupati Kepala daerah Tingkat II Lampung Utara dengan mengeluarkan “pengumuman” nomor : Sda.1044/PH-IV/1976, tanggal 11 Desember 1976 tentang pemberitahuan pencadangan areal tanah seluas + 58.000 ha kepada seluruh masyarakat melalui Kampung Pagar Dewa, Kepala Kampung Banjar Agung dan Kepala Kampung Gedung Aji.

    (Catatan : Pengumuman ini mempertegas pengumuman Camat Kepala Wilayah Kecamatan Menggala nomor : 01/16/1974 tanggal 5 September 1974 dan Instruksi Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Lampung Nomor : Instruksi/II/G/1976 tanggal 3 Februari 1976 sebelumnya) (lampiran 3).

    Dengan adanya pengumuman tersebut maka masyarakat yang memiliki kebun, peladangan, umbul, padangan kerbau yang berada di dalam areal pencadangan mendaftarkan hak miliknya agar dilakukan enclave.

    Dalam hal ini termasuk “Umbul Limau” seluas 225 ha ikut didaftarkan melalui Kepala Kampung Banjar Agung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Utara pada tanggal 27 September 1976 untuk dilakukan enclave. (lampiran 4)

    Tahun 1978 Direktorat Agraria Provinsi Lampung melakukan pengukuran atas areal yang telah dicadangkan dan sekaligus meng-enclave tanah milik masyarakat yang telah terdaftar untuk di enclave. Ternyata areal 58.000 ha hanya seluas 52.228 ha, dan di dalam luas tersebut sudah termasuk “umbul Limau” sebagaimana terlihat pada peta areal Pencadangan Transmigrasi TulangBawang. (lampiran 5).

    Dari hasil pengukuran tersebut diatas areal + 22.102,51 ha diperuntukkan untuk proyek Transmigrasi Tulang Bawang I Lampung Utara Tahun Kerja 1976/1977 – 1977/1978 dan kemudian dialokasikan untuk masing-masing unit pemukiman, seperti pada table.

     

    NO

    Nama / JulukanLokasi

    Luas Areal (ha)

    DigunakanUntuk

    Luas Tanah Terpakai (ha)

    Luas Tanah Tersisa (ha)

    Pekarangan

    Peladangan

    Perkebunan

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    1

    Unit I (Purwa Jaya)

    4.566,51

    158,25

    1.650,00

    1.200,00

    3.008,25

    1.558,26

    2

    Unit II

    4.267,00

    160,00

    1.944,25

    1.106,00

    3.210,25

    1.056,75

    3

    Unit III

    3.926,00

    147,00

    1.446,50

    1.026,00

    2.619,50

    1.306,50

    4

    Unit IV

    4.215,00

    164,75

    1.718,50

    1.084,00

    2.967,25

    1.247,75*)

    5

    Unit V

    4.185,00

    155,50

    1,839,75

    1.400,00

    3.395,25

    789,75

    6

    Banjar Agung

    943,00

    0,00

    0,00

    0,00

    0,00

    943,00

    JUMLAH

    22.102,51

    785,00

    8.599,00

    5.816,00

    15.200,50

    6.902,01

    Sumber :

    Hasil pengukuran proyek transmigrasi TulangBawang I Tahun 1976/1977-1977/1978 tanggal 1 April 1978. *) didalamnya terdapat umbul limaus eluas+225 ha

    KESIMPULAN

    Berdasarkan data-data dan fakta-fakta yang telah di analisis serta diuraikan maka dapat disimpulkan “Umbul Limau” adalah salah satu tanah umbul masyarakat yang di enclave oleh Direktorat Agraria Provinsi Lampung, dan oleh sebab itu keberadaan tanah “Umbul Limau” ini berada di luar tanah lokasi Peladangan Transmigrasi Unit IV seluas 2.967,25 ha dan termasuk di dalam “tanah R” yaitu tanah sisa yang tidak terpakai seluas 1.247,75 ha.

    Dokumen yang terkait keabsahan ”umbul limau” antara lain :

    Surat Keterangan Umbul Limau tanggal 6 Juli 1963 atas nama Penyimbang Tiuh (Senen)

    Surat Keterangan Kepala Kampung Banjar Agung tanggal 27 September 1976 tentang pendaftaran Umbul Limau untuk di inclave yang diketahui CamatKepala Wilayah Kecamatan Menggala, Kabupaten Lampung Utara.

    Berita Acara Penentuan Batas tanggal 9 Mei 2007 antara Muhtar bin Senen dengan Alfian Bakri dkk Warga Agung Dalam tentang penentuan batas antara Umbul Limau dengan Umbul Jambu, yang diketahui oleh saksi-saksi Hi. Perak Ahmad, SH dkk, Bapak Perman Kepala Kampung Agung Dalam, Bapak Sutrisno Kepala Kampung SukaMaju, Bapak Dedi Karmiadi Kapolpos Tugu Gajah dan Bapak Panca Nanda S.Sos.MM (Camat Banjar Margou)

    Surat Pernyataa nbersama Bahrin bin rofdin dengan Muhtar bin Senen tanggal 10 Mei 2007 tentang Kesepakatan Perbatasan Umbul Limau dengan Umbul Akan-Akan yang diketahui oleh kepala Kampung SukaMaju (Sutrisno) dan Kepala Kampung Catur KB Jaya (Sudardi) serta camat Banjar Margou (Panca Nanda, S.Sos.MM)

    Berita Acara tanggal 11 Desember 2007 tentang penentuan Batas umbul Limau dengan tanah peladangan transmigrasi unit IV  Desa Suka Maju yang ditandatangani oleh para ahli waris, Sutrisno Kepala Kampung SukaMaju, Umar Kaur Kampung SukaMaju, Suro Sentiko Kepala Suku Dusun 02, Wayan Kepala Suku Dusun 01, Jaisman Mantan Kepala Kampung Suka Maju, Briptu Maramis (Polres Tuba), Briptu Jepri (PolresTuba), Briptu S.Penjaitan (Polres Tuba), Panca Nanda, S.Sos,MM (Camat Banjar Margou)

    Surat Pernyataan Sutrisno di atas materai Rp6.000 tanggal 13 Januari 2008 selaku Kepala Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Mergou Kabupaten Tulang Bawang tentang kesanggupan yang bersangkutan untuk membantu proses pengembalian Umbul Limau kepada  Mochtar dkk.

    Surat Pernyataan Jupri bin Abdul Ronidi atas materai Rp6.000 tanggal 29 Januari 2008 tentang pembenaran dan atau penyungguhan keberadaan Umbul Limau (Jeruk) tersebut.

    Seluruh transaksi jual beli tanah peladangan warga Transmigrasi Unit IV dengan Riko Sitompul yang dibuat di hadapan Camat Banjar Margou pada tanggal 3 Maret 2008 jika ternyata keberadaan fisik tanah tersebut berada di atas dan atau dalam lokasi tanah umbul limau seluas + 225 ha, maka akta jual beli tersebut pembuatannya patut diduga telah terjadi cacat hukum administratif dan karenanya akta jual beli ini batal demi hukum. (peta lokasi pencadangan transmigrasi unit IV seluas+ 4.215,00 ha, lampiran 5).

    ****