X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Kartini Indonesia Yang Sukses

  • Sri Mulyani

    DL/21042015/Jakarta

    Tak banyak wanita Indonesia yang memiliki peranan langsung dalam roda kabinet Republik Indonesia. Jabatan presiden, wakil presiden serta menteri mayoritas diisi oleh kalangan pria. Beberapa nama wanita kondang yang sempat mengisi jabatan menteri antara lain yakni Linda Gumelar, Mari Elka Pangestu dan Siti Fadilah Supari.

    Berbicara mengenai peran wanita dalam bidang kementerian kabinet Republik Indonesia, tak lengkap rasanya bila tak menyebutkan nama wanita inspiratif yang satu ini, dialah Sri Mulyani.

    Sri Mulyani yang bernama lengkap Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia merupakan sarjana dari jurusan ekonomi dari Universitas Indonesia tahun 1986. Setelah menamatkan pendidikan S1, Sri Mulyani melanjutkan pendidikannya di University of Illinois Urbana Champaign di Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Policy Economics pada tahun 1990.

    Dua tahun kemudian, Sri berhasil mendapatkan gelar Ph.D. of Economics di universitas yang sama. Sosok Sri Mulyani bukanlah seseorang yang asing bagi dunia perekonomian Indonesia.

    Sebelum berkarir di dunia politik dan memegang jabatan menteri, banyak sekali pekerjaan Sri Mulyani yang berkaitan dengan bidang perekonomian. Ia pernah berprofesi sebagai kepala penyelidikan ekonomi dan masyarakat fakultas ekonomi Universitas Indonesia terhitung sejak Juni 1998.

    Ia juga pernah menjadi narasumber sub tim perubahan UU Perbankan pada periode Agustus 1998 hingga Maret 1999. Selain dua profesi tersebut, Sri Mulyani juga sering memegang peranan penting sebagai kepala penelitian berbagai riset perekonomian dalam negeri dan luar negeri.

    Kiprah wanita yang akrab disapa mbak Ani ini semakin dikenal setelah ia memegang jabatan sebagai menteri perencanaan pembangunan nasional pada kabinet Indonesia bersatu jilid 1 pada periode 2004 hingga 2009.

    Pada tanggal 5 Desember 2005 presiden Susilo Bambang Yudhoyono merombak kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 dan menempatkan Sri Mulyani pada posisi menteri koordinator bidang perekonomian, menggantikan Dr. Budiono yang saat itu dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

    Selanjutnya, di bawah naungan kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Sri Mulyani kembali memegang peran penting sebagai menteri keuangan terhitung sejak tanggal 22 Oktober 2009. Sebagai seorang ekonom, Sri Mulyani tak hanya aktif di dunia perekonomian secara individu, tapi juga aktif untuk mengisi beragam seminar dan talkshow untuk melakukan sharing ilmu perekonomian konkret dengan masyarakat.

    Wanita yang pernah menjadi dosen di fakultas ekonomi Universitas Indonesia ini juga sempat turut aktif menjadi penasehat pemerintahan bersama para ekonom lainnya dalam wadah Dewan Ekonomi Pemerintahan (DEN) di era kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid.

    Sosoknya dikenal sebagai ekonom wanita yang lugas, cermat dan memiliki analisis yang kritis. Tak heran bila Emerging Markets pernah menobatkan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan terbaik di Asia di tahun 2006.

    Bahkan ia juga pernah terpilih sebagai wanita urutan ke-23 paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes tahun 2008. Berkat segudang prestasi tersebut, badan internasional PBB mempercayakan jabatan executive director (direktur pelaksana) badan keuangan IMF (International Monetary Fund) sejak Oktober 2010.

    Jabatan tersebut menggantikan posisi Iskandar Djojosubroto dan mewakili 12 negara di kawasan Asia Tenggara. Sungguh sebuah jabatan hebat yang turut membanggakan Indonesia sebagai tanah air seorang wanita sukses bernama Sri Mulyani.

    Sri Mulyani dikenal sebagai sosok wanita sukses yang anggun, tegas, jarang sekali berkeluh kesah dan terkesan pelit membagi cerita mengenai kehidupan pribadinya. Ia tampak sangat profesional dan mencintai bidang ekonomi yang telah menjadi pilihannya sejak duduk d bangku kuliah.

    Sebagai pribadi yang sukses, Sri Mulyani tetap mengutamakan keluarga dan menjunjung tinggi adat ketimuran sebagai prinsip hidupnya. Dari pernikahannya dengan Tony Sumartono, Sri Mulyani dikaruniai tiga orang anak yang bernama Dewinta Illiana, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudi.

    Anak sulung Sri Mulyani memilih untuk melanjutkan studi di Australia, sementara anak kedua melanjutkan jejang pendidikan S1 di Universitas Indonesia.

    Si bungsu memilih untuk melanjutkan jejang SMA di Washington DC, Amerika Serikat sembari menemani sang ibu yang harus menetap di sana. Pilihan Sri Mulyani untuk menjabat sebagai executive director IMF senantiasa mendapat dukungan dari keluarga.

    Kekompakan Sri Mulyani dan sang suami membuahkan hasil yang manis, sehingga hubungan dengan anak-anak yang terpisah 3 benua dapat berjalan lancar dan harmonis. Sungguh sebuah kesempurnaan dunia yang bisa dicapai sosok wanita sukses seperti Sri Mulyani.

    Ia dapat diteladani sebagai wanita yang sukses berkarir sekaligus sukses menjadi ibu rumah tangga. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, Sri Mulyani adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan tidak hanya bagi para wanita Indonesia namun secara umum bagi semuanya saja.

    Dedikasi dan juga keteguhannya menjalani posisi yang mungkin bagi banyak orang sulit bahkan mustahil, ia percaya bisa dan mampu menjalankannya. Nama Lengkap: Sri Mulyani Indrawati Nama Populer : Sri Mulyani Tempat, tanggal lahir: Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.

    Pendidikan: Universitas Indonesia, jurusan ekonomi 1986 University of lllinois Urbana Champaign, Master of Policy Economics 1990 University of lllinois Urbana Champaign, Ph.D. of Economics 1992 Karir: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kabinet Indonesia Bersatu 1 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kabinet Indonesia Bersatu 1 Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu 2 Penghargaan: Menteri Keuangan terbaik Asia Versi Emerging Markets 2006 Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di dunia versi Forbes 2008 Wanita Paling Berpengaruh ke-2 di Indonesia versi Majalah Globe Asia 20. (Ryan)