Komunitas : Sikodok Yang Seksi

01 September 2014

Agus Prasetyadi

DL/31082014/Kota Metro

Barang antik dan klasik sangat banyak digandrungi orang, seperti halnya kendaraan. Nah yang satu ini banyak yang tergila-gila akan keunikannya, yaitu kendaraan merk volkswagen (VW), kendaraan roda empat yang diproduksi Jerman.

Berbagai jenis VW saat ini sudah merambah Kota Metro, bahkan para pemiliknya membentuk suatu komunitas yang diberi nama Volks Wagen Metro Club (Vomek). Jenis VW yang dikoleksi seperti Bitle (kodok), Combi, dan Safari dengan jumlah sekitar 50 unit. Untuk seluruh Lampung sudah ada sekitar 150 unit lebih dengan berbagai jenis.

Salah seorang pemilik VW jenis kodok, Agus Prasetiadi, warga jalan AR. Prawiranegara Metro Pusat,  kepada detiklampung.com, mengungkapkan bahwa VW kodok miliknya diproduksi 1961, Silinder 1600 cc dengan kecepatan 100 km/jam, dengan perbandingan bahan bakar 1 liter premium dapat menempuh jarak 12-15 km.

Yang bikin orang gemas dan kagum VW kodok milik Agus, dicat warna hijau, dengan aksesori bumper dan Bagasi atas memakai bahan stenlis. Bahkan, sebagian bodi mesinnya dibalut bahan stenlis, dengan tempat duduk dibalut sarung jok semi kulit, menambah antik mobil ini.

Menurut Agus, hobinya pada VW ada unsur keturunan. Pasalnya, orang tuanya dulu juga penggemar mobil antik ini. Dan VW kodok yang dimilikinya ini diperoleh dari kota gudeg Jogjakarta, dengan harga Rp75 juta. “Kalau sudah hobi harga itu relatif mas, bagi yang nggak hobi mungkin ya kemahalan,“ tuturnya.

Menurut Agus, biaya perawatan kendaraan ini sangat murah dibanding mobil produk Jepang.  Karena, model VW mesinnya sangat simple dan tidak rumit, sehingga sangat gampang untuk service, sparepartnya juga gampang didapat.

“Kalau kita butuh alat tinggal pesan aja mas, memang untuk di Lampung masih belum lengkap. Kami pesan ke Jakarta atau Bandung  dan harganya pun sangat terjangkau,” paparnya.

Justru, kata Agus, biaya untuk aksesoris yang terbilang mahal. Karena bila ingin tampil nyentrik dan menarik harus keluar kocek lebih agar tampilan kendaraan bisa maksimal. Untuk aksesoris juga tergantung selera pemilik masing-masing, bagi yang berkantong tebal, untuk membuat mobil VW nya elegan dan nyentrik bisa merogoh kocek hingga ratusan juta.

“Aksesoris itu beragam ya mas, dari mulai jok, plafon, bumper, audio dan lain sebaginya, dari mulai harga yang ratusan ribu hingga puluhan juta,” paparnya.

Agus menambahkan, untuk komunitas VW di Kota Metro sering melakukan touring ke darerah lain seperti, Bandung, Jogja, Surabaya, Bali, Medan, Palembang serta daerah lainnya. Agus juga bercita-cita ingin melakukan touring ke negara dimana mobil tersebut diproduksi yaitu Jerman. (rd-07).