Pekerjaan Itu Amanah Dan Wajib Dipertanggungjawabkan

27 Agustus 2014

Drs.Hi. Ishak,M.H: 

KOTAMETRO/AGUSTUS

Bagi masyarakat Kota Metro, dalam setahun belakangan ini tentu hampir familiar dengan sosok pria yang murah senyum ini. Sebagai sekretaris Kota Metro, Drs.Hi.Ishak,M.H., merupakan salah satu sentral pemerintahan Kota Metro, setelah Walikota dan Wakil Walikota.

Pria kelahiran Kotabumi Lampung Utara, 22 Oktober 1962 itu, sebelum menjabat sekkot Kota Metro, lebih dahulu sebagai Sekretaris kabupaten mendampingi bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza dan Eki Setyanto.

“Jabatan itu bagian dari pekerjaan yang menjadi konsekuensi kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Saya menganggapnya sebagai amanah dan wajib dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar,” kata Ishak.

Ishak, mengawali karirnya sebagai  pegawai negeri sipil (PNS) pada 1983, dengan pangkat dan golongan pengatur muda (II/a).  Seiring dengan perjalanan waktu, karirnya terus menanjak dan  bersinar bagai bintang kejora. Hal ini berkat ketekunan, tanggung jawab, disiplin dan ikhlas dalam bekerja sehingga akhirnya menjabat sebagai Sekda Kota Metro.

“Meniti karir dari bawah ada nikmatnya. Kita jadi tahu bagaimana kondisi mulai dari bawah pula, sehingga akan menjadikan kita jauh lebih dewasa dalam mengambil sikap dalam jabatan kita.” Tambah putra  pasangan suami istri, H.ST. Pukuk Adat dan Hj.Ratu Baiduri itu.

Prinsipnya dalam bertugas adalah menjalankan tugas seperti yang diamanatkan dalam tupoksinya, tidak pernah ada hal-hal yang cenderung aneh-aneh dalam tugasnya. Kalau ada improvisasi dalam tugas itupun harus disesuaikan dengan aturan yang ada. “Ada improvisasi itu pasti, karena kalau tidak, maka tugas kita jadi monoton dan tidak menantang. Saya suka yang menantang tetapi tidak bermain-main di wilayah yang cenderung abu-abu atau melanggar aturan. Improvisasi sangat penting untuk mengembangkan diri,” katanya.

Variasi Tugas

Riwayat pekerjaannya memang terhitung sangat bervariasi, dimulai dari Pjs Kasubag mutasi pada bagian kepegawaian Kota Bandarlampung pada (1992), lalu Kasubag Protokol pada bagian umum kota Bandar Lampung (1995), Kepala bagian Kepegawaian Kota Bandar Lampung (1997).

Sempat keluar dari lingkungan perkantoran di Kota bandarlampung, saat menjadi Camat Sukarame (2000), namun hanya satu tahun, dan akhirnya kembali ke lingkungan Pemkot sebagai Kabag Umum, perlengkapan dan kearsipan  (2001).

Setelah itu mulailah menjadi leader setingkat kepala dinas, diawali sebagai Kadis Koperasi, PKM dan penanaman modal kota Bandar Lampung (2005), Assisten III bidang Administarsi sekertaris kota Bandar Lampung (2007).

Selanjutnya, Plt. Kadis Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung (2011) yang kemudian definitif. Namun tidak sampai setahu sudah dimutasi menjadi Kadis Perhubungan Provinsi Lampung (2011).

Setelah itu mulai menjadi pejabat daerah dimulai sebagai Plt Sekdakab Lampung Selatan (2012), dan definitif sebagai Sekdakab Lampung Selatan (2012). Namun tahun berikutnya Ishak harus berpindah daerah sebagai Plt Sekdakot Metro (2013) dan jabatan yang diemban saat ini adalah, Sekertaris Kota Madya Metro (2014).

Pendidikan Agama Penting

Disela-sela kesibukannya, Ishak, sangat memperhatikan keluarganya. Prinsipnya, keluarga merupakan prioritas utama untuk diperhatikan. Tertutama dalam hal pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Pendidikan agama menurut Ishak sangat penting, karena dengan pondasi agama yang kuat, maka akan tercipta akhlaq dan perilaku yang mulia pada anak-anak dan keluarganya.

Dalam pendidikan agama, tidak main-main. Untuk memberi ilmu tauhid, dirinya tidak segan-segan mendatangkan guru ngaji ke rumah untuk membimbing dan mengajari keluarga tentang baca tulis Alquran, ibadah serta Ilmu agama Islam.

Ishak juga menyempatkan waktu usai shalat Maghrib berjamaah,  berdialog dengan putra-putrinya guna mengevaluasi serta membimbing hal-hal yang dirasa masih belum dipahami oleh putra-putrinya dalam pelajaran sekolah.

Ishak mengakhiri masa lajangnya pada 1989 dan menikah dengan wanita pujaan hatinya yaitu, Elva Magdalena. Dari pernikahan itu dikarunia empat orang anak yang masing-masing, Ingga Taufan Amdurisva, Syafiq Ariza Amdurisa, Asyiva Putri Amdurisa dan Azqiya Putri Amdurisa.

Ishak juga memberi kesempatan kepada putra-putrinya untuk bertanya sesuatu hal yang dirasa masih kurang atau belum dimengerti dalam setiap pelajaran. Hal ini diakui sangat positif dan berpengaruh guna terciptanya komunikasi dan keharmonisan keluarga.

Tidak hanya dalam keluarga. Di lingkungan kerja, Ishak, selalu menanamkan sifat kemandirian,  kedisiplinan, bertanggungjawab dan ikhlas dalam segala hal. Karena hal ini akan berdampak pada kenyamanan, keamanan dan semangat kerja hingga manghasilkan karya yang diharapkan.

Kepada jajaran dan mitra kerja, dirinya selalu memperhatikan dan mengganggap sebagai keluarga sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran untuk serius dan bertanggungjawab dalam pekerjaan. Hal ini diyakini  mampu menciptakan suasana yang harmonis dan serasi.

Riwayat Pendidikan: SDN 31 Tajungkarang lulus pada 1975, SMPN 3 Tanjungkarang lulus 1979, SMA Negeri 2 Tanjungkarang lulus 1982, Sarjana sospol di STIAL/STISIPOL Tanjungkarang lulus pada 1992, Magister Managemen di STIE WIDYA JAYAKARTA lulus 2001 dan Magister Hukum di Universitas Lampung  lulus pada 2006.

(Indarjo Gunawan)