Negara Membutuhkan SDM Mampu Kelola SDA Dan Bangsa

04 Juni 2014

DL/01062014/Jakarta

Bagi sebagian mereka yang menggeluti kehidupan dunia politik, pesta demokrasi merupakan ajang pencitraan dari berbagai latar belakang politikus guna mencari suara untuk strata social di masyarakat. Namun, ada pula yang menjadi apatis tatkala dihadapkan dengan yang namanya Pemilu, entah Pilkada, Pileg maupun Pilpres.

Karena mereka menganggap kehadirannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam prosesi demokrasi dengan memberikan suara atau pilihan kepada seseorang, partai politik atau kandidat pasangan tertentu, hanya “pelengkap” yang dapat menentukan jadi tidaknya atau besar kecilnya suara yang diraih.

Usai pesta demokrasi yang melibatkan rakyat dari berbagai kalangan dan latar belakang ekonomi, pendidikan, para pendulang suara mengabaikan mereka yang memilihnya, hal ini merupakan dinamika politik kita.

Bahkan jika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan oleh mereka yang mengharapkan amanah rakyat, maka apa yang sudah diberikan serta merta akan diambil kembali dari rakyat yang tidak bisa memberikan kontribusi suara baginya.

Sudah saatnya para penyelenggara Pemilu seperti KPU dan partai-partai politik melakukan pendidikan politik bagi Rakyat Indonesia, sebelum proses Pemilu dilaksanakan, dengan memperhatikan geografis, kultur budaya dan tingkat pendidikan, agar ketika mereka mendapat undangan untuk memilih pada pesta demokrasi dapat memberikan suara atau pilihannya dengan baik, tidak seperti saat ini.

Hampir 69 tahun Republik Indonesia berdiri, kondisi perekonomian, pendidikan, kultur budaya serta adat istiadat di seluruh Nusantara sangat memperhatinkan. Bagi peserta didik saat ini, baik di bangku SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi tahu akan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat berlimpah dibandingkan Negara lain  di belahan planet bumi ini.

Mengapa kita jauh dari “Sejahtera”, apa sebenarnya yang terjadi dalam tata kelola bangsa ini. Kita pun tahu para pejabat penyelenggara Negara di kalangan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, merupakan putera/puteri terbaik bangsa dan memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni di bidangnya, sudah selayaknya kita berharap mereka mampu mewujudkan kesejahteraan bagi Rakyat Indonesia seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945, sehingga “Rasa Ingin Sejahtera harapan Rakyat Indonesia” hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memang tidak mudah seperti membalik telapak tangan, jika tidak dimulai dari sekarang mau kapan lagi, dan bagaimana dengan masa depan bangsa. Tahun 2014 merupakan tolok ukur Reformasi di segala bidang, dan bagi mereka yang telah menerima ataupun mengambil amanah dari rakyat Indonesia melalui Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu, maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang, harus mampu mengemban Amanah UUD 1945 dan mendahulukan Kesejahteraan bagi Rakyat Indonesia dibandingkan dengan Kepentingan Pribadi maupun Golongan.(ryan)