X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Herman Sismono : Politik Itu Bukan Alat Pembodohan Kepada Rakyat

  • DL/15112013/Kota Metro

    Mengenal lebih dekat sosok pria ganteng, cerdas dan ramah. Dia adalah Hi. Herman Sismono ,S. Sos Map, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Metro. Selain sebagai seorang politikus, Herman Sismono juga seorang pendidik, dirinya tercatat sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Dharma Wacana Metro.

    Pria yang lahir pada, 27 juli 1966 di kecamatan Purbolinggo Lampung Timur ini, menikah pada 1999 dengan gadis pujaan hatinya yaitu, Dra. Mulyani Mta, yang juga berstatus sebagai seorang dosen di Universitas Muhamadiyah Metro. Kini mereka tinggal di jalan Palapa II, kelurahan Iringmulyo, kecamatan Metro Timur.

    Dari hasil perkawinan tersebut mereka dikarunia putra dan putri yang masing-masing, Anisha Zahra (masih kuliah), Muhamad Habib Burahman (SLTA) dan Aulia Ulmuta’al (SLTA).

    Herman sismono merupakan anak dari pasangan suami istri, Karto Diharjo dan Sukiyah. Dan memulai karir politiknya sejak 1999 bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menghantarkan dirinya duduk sebagai anggota legislatif selama dua periode berturut-turut yaitu 2004-2009 dan 2009-2014.

    Riwayat pendidikan, Herman Sismono lulus sekolah dasar (SD) pada 1980 di Rumbia Lampung Tengah, tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1983 di SMPN II Metro. Selanjutnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 1986 di SMA Teladan Kota Gajah Lampung Tengah. Untuk pendidikan Sarjana, Herman menyelesaikan S1 nya di Dharma Wacana Metro pada 1999, dan S2 nya di Universita Brawijaya (UNIBRA) Malang Jawa Timur pada 2006.

    Herman mengaku, motivasinya terjun ke dunia politik karena, diawali adanya rezim reformasi yang mana mampu menumbangkan rezim orde baru yang berkuasa selama 32 tahun di Bumi Nusantara . Hal inilah yang menjadi dasar kuat dirinya tertarik untuk terjun ke dunia politik, “Dengan perubahan era reformasi ini, saya berharap dapat ikut membangun porsi parlementer yang lebih baik dan lebih demokratis, yang tujuan utamanya adalah ingin membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “ paparnya.

    Dalam memberi pandangan politik kepada keluarga ia memberikan pandangan dan pemahaman secara utuh. “Jadi tafsir politik itu jangan sampai disalah artikan. Politik itu adalah metode dimana kita mencapai sesuatu tujuan, jadi jangan berpikir dengan cara yang inkonstitusional. Kita berharap kepada keluarga bahwa, Politik itu sebagai alat untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah.” terangnya.

    Herman menilai, kondisi politik saat ini baik lokal maupun nasional masih sangat memprihatinkan, sistem multi partai yang menjadikan banyak kelemahan di sana sini, dari mulai perekrutan anggota sampai dengan pengambilan keputusan untuk rakyat. “ Politik di negara kita secara umum masih perlu banyak pembenahan . Sistem multi partai ini yang seringkali ditunggangi dengan berbagai tarik menarik kepentingan, seharusnya partai politik itu dapat dijadikan sebagai maghnet untuk membela kepentingan masyarakat ,” ungkapnya.

    Disela-sela kesibukanya sebagai dosen dan sekaligus sebagai wakil rakyat, Herman sangat mengutamakan pendidikan bagi putra-putrinya, baik pendidikan umum maupun pendidikan Agama. “Pendidikan sangat penting, karena ini modal utama bagi mereka untuk meniti masadepan, untuk pendidikan umum saya tekankan kepada anak-anak saya agar selalu belajar dan belajar. Pendidikan agama juga tidak kalah pentingnya sebab, agama merupakan pondasi untuk memperkuat kepribadian mereka dalam pergaulan sehari-hari dan harus kita tanamkan sejak dini. Karena dengan dilandasi agama yang kuat, maka dapat menciptakan Ahlaq dan kepribadian yang luhur,” tuturnya.

    Herman sismono menambahkan, misinya menjadi anggota dewan adalah, sebagai mediator untuk menjebatani aspirasi kepentingan masyarakat secara umum . selanjutnya, sekaligus mendidik masyarakat agar dapat berpolitik yang demokratis ,dan masyarakat juga perlu di beri pemahaman bahwa,men jadi anggota dewan itu bukan segala-galanya dan harus mampu menyerap dan membela kepentingan rakyat, “ imbuhnya.

    Herman berharap, kedepan dunia politik di Indonesia ada pendewasaan dan kemajuan. Jangan sampai Dunia Politik dijadikan sebagai alat pembodohan kepada masyarakat, yang isinya hanya arogansi dan haus kekuasaan sehingga menambah kesengsaraan rakyat. (Indarjo Gunawan ).