X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Sri Kuliahkan Anak Hasil dari Jualan Koran


  • DL/03102013/KOTABUMI.

    Berbagai cara untuk menafkahi keluarga hingga mampu bertahan hidup bahkan mensukseskan anak-anaknya sudah dilakukan banyak orang tua, baik bapak atau ibu tunggal dalam sebuah rumah tangga.

    Salah satu ibu yang gigih itu adalah Sri Wati (47) warga kelurahan Kota Alam, kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

    Janda beranak 4 ini beberapa tahun lalu ditinggal sang sumi Hermansyah, menghadapsang Khaliq. Namun seorang diri dengan empat anak tidak membuatnya putus asa.

    Sejak itu, Sri Wati bertekad untuk tetap menegakkan tiang rumah tangganya, dan membesarkan anak-anaknya dengan tangannya sendiri. Tradisi di keluarga Sri memang tidak memperbolehkan anaknya bekerja sebelum selesai pendidikannya.

    Sampai saat ini, usaha tersebut menjadi andalan keluarganya. Sebab dirinya tidak memperbolehkan anaknya berkerja sebelum selesai menuntut ilmu.

     “Bagi kami pendidikan merupakan hal yang penting untuk anak-anak. Karena pendidikan itu untuk bekal hari esok, jangan sampai bernasib seperti orang tuanya. Anak-anak saya harus jauh lebih baik."tutur Sri sambil meneteskan air matanya.
    Dari hasil menjual koran di jalan Ahmad Yani, pasar Dekon Kotabumi itu, Sri yang meneruskan usaha almarhum suaminya, mampu menyekolahkan anak-anaknya.

    Keempat anaknya sekarang masih sekolah semua. Yang tertua  sudah kuliah di perguruan tinggi, kemudian satu di SMA, satu di SMP dan yang paling kecil di SD.

    "Anak saya yang tua sekarag kuliah di salah satu perguruan tinggi Lampung, sekarang semester akhir. "kata Sri sambil melayani pembeli koran.
    Sri mengaku, dalam keseharainnya mendapatkan keuntungan hasil menjual koran antara Rp.40 sampai dengan Rp.50 ribu perhari. Ia bekerja dari pukul 05.30 hingga pukul 10.30 WIB. "Biasanya koran yang saya jual Radar Lampung, Lampung Post,Tribun Lampung, Radar Kotabumi, Kompas dan majalah anak-anak," katanya.
    Awalnya, mengeluti usaha menjual koran masih merasa bimbang. Namun Sri yang sudah pasrah dengan kondisinya saat ini, berniat ingin menghabiskan sisa hidupnya menjual koran, meski dalam hati kecilnya berharap untuk dapat membuka usaha yang lebih baik lagi.

    "Siapa yang tidak mau hidup berkecukupan, namun saat ini saya sudah bersyukur, meski penghasilan rendah, namun saya bangga bisa meneruskan usaha suami dan dapat menyekolahkan anak hingga bangku kuliah. Alhamdulillah keinginan mendiang suami saya untuk menguliahkan anak sekarnag sudah terwujud, dan saya selalu bersyukur atas hikmah yang saya dapatkan saat ini." Tegasnya.

    (Farzani)