X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

  • Piala Dunia di Indonesia? Mungkin ini bukan hayalan. Karena dalam dunia sepakbola dunia, ternyata banyak sekali gelaran piala dunia di berbagai usia. Bahkan mulai usia dini pun ada.

    Satu level U-17 tahun, juga ada putaran piala dunia. Ternyata Indonesia menjadi kandidat penyelenggara piala dunia U-17 itu yang bersaing dengan India. “Ini bukan isapan jempol. Meskipun PSSI kita belum terlalu serius mengajukan permohonan itu, tetapi kami sudah bersiap-siap. Karena gubernur Jawa Barat yang sudah kami lobby ternyata bersedia menjadi ketua panitia penyelenggaranya,” ungkap Al Muzamil Yusuf, Penasehat Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI).

    Dalam ketentuan FIFA, aling tidak penyelenggara harus mempunyai stadion layak pakai di minimal lima kota dengan jarak yang tidak terlalu jauh. “Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Lampung kemungkinan kan bisa menampung sebagai penyelenggara pertandingan dan ini masuk akal. Tinggal bagaimana PSSI mau serius, dan hal ini akan ditentukan di Brasil tahun depan,” tambahnya.

    Manajemen Klub Profesional

    Muzamil berbagi pengetahuan tentang manajemen persepakbolaan di Spanyol . “Saya pernah menyempatkan ingin tahu bagaimana cara klub besar Real Madrid itu menata manajemennya. Memang tidak cukup waktu satu bulan untuk tahu apa yang dilakukan Real Madrid.  Saya membayangkan bagaimana sebuah rancangan stadion Bernabeau itu menjadi obyek wisata yang mampu mengeruk uang besar untuk klub.  Masuk ke stadion saja kita sudah harus membayar tiket, meski tidak ada pertandingan,” kilahnya.

    Itu karena di dalamnya terdapat wisata Real Madrid yang sangat rapi dan luar biasa ditata sedemikian rupa. Dengan mempergunakan teknologi sebagai daya tarik pengunjung untuk mengagumi klub dan manajemen raksasa Eropa itu.

    Dari sisi yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan saja, mereka mampu menghasilkan uang. Maka manajemen klub profesional memang harus mengarah pada industri komersial.

    Real Madrid juga membangun banyak sekolah sepakbola di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Namun ternyata sekolah sepakbolanya ditempatkan pada daerah-daerah yang rawan bencana. Seluruh dana itu dari dana CSR (Corporate Social Responsibility).

    “Saya pernah mengutarakan ingin meminta sekolah sepakbola Real Madrid untuk di daerah Lampung, ternyata tidak bisa. Bayangkan kalau di Lampung juga terdapat sekolah sepakbola besar, kan bisa memberikan daya tarik anak Lampung bermain bola lebih besar,” ungkapnya.

    Ditanyakan tentang apa yang seharusnya diperoleh tim Indonesia dengan banyaknya pertandingan pra musim klub klub Eropa yang dilakukan di Indonesia, Muzamil mangatakan, seharusnya timnas Indonesia mampu mengambil banyak hal dari pertandingan internasional itu. “Mestinya soal moril, pemain Indonesia harus lebih tinggi setelah melawan tim-tim kelas dunia. Sehingga untuk pertandingan sekelas Asia Tenggara dan Asia sudah tidak melempem lagi. Kedua, semestinya kemampuan mereka juga meningkat, seiring dengan banyaknya tim dunia yang dijajalnya, terutama bagi pelatih yang harus mengetahui kekurangan timnas Indonesia yang mendasar,” tambahnya.

    Catatan terpenting dari timnas Indonesia yang bertanding dengan tim Eropa adalah faktor stamina. Indonesia seperti tim yang hanya mampu bermain sepanjang 45 menit saja. Inilah faktor utama mengapa timnas Indonesia sulit berpretasi di level internasional. (don)