X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

KONI Siap Bantu Cabor Yang Sulit Bina Atlet

  • ADA kebijakan yang dikeluarkan KONI Lampung  untuk dapat membantu pembinaan riil bagi cabang-cabang olahraga yang kesulitan dana pembinaan namun mempunyai atlet berprestasi. “ KONI punya kepentingan membangun prestasi Lampung, oleh karenanya kami akan membantu cabor yang kesulitan dan tapi punya atlet bagus dan berprestasi,” kata Sjachrazad ZP, ketum KONI Lampung.

    Lebih lanjut, Acad – panggilan akrab Sjachrazad – mengatakan bahwa selama ini KONI juga sudah membantu beberapa cabor yang ingin mengirimkan pelatih dan wasit pelatihan atau kursus di tingkat nasional, agar mampu meningkatkan mutu pembinaan di daerah.

    Saat ini ada beberapa cabang yang dianggap kemungkinan akan mampu menjadi penopang perolehan medali Lampung di PON 19 di Jawa Barat 2016 nanti. “Cabang catur, atletik dan panahan kini sudah mulai gencar membibit atlet berkualitas. Ini terus kita pantau dan bantu terus supaya kelak mampu menjadi kekuatan di PON. Dalam olahraga permainan Softbol dan Bisbol masih punya kans besar meraih medali.” Kata Acad.

    Namun dia menyayangkan cabang senam yang sampai kini belum bergerak meskipun kepengurusannya sudah terbentuk. Ketua umum terpilih, Handitya Narapati atau lebih dikenal dengan panggilan Dade, terlalu sibuk menjadi wakil bupati Pringsewu, sehingga sejak musda 6 bulan lalu, kepengurusan masih mandeg.

    “Senam ini memang disayangkan. Tapi nanti kita akan panggil Dade untuk mempersiapkan atletnya. Karena dari senam ini sangat potensial meraih medali, meskpun sempat ada kemelut, tapi kini kan sebenarnya sudah selesai. Ini kan faktor koordinasi kepengurusan saja. Makanya KONI akan segera panggil Dade untuk menjalankan roda organisasi secara proporsional,” tambahnya.

    Beberapa olahraga yang diistalahkan sebagai cabor yang sedang “tidur” diantaranya cabang Sepakbola, Yudo, Bola Basket, Bola Voli, Anggar, Kempo dan beberapa cabang lain yang beberapa waktu lalu sempat berjaya di PON. “Saya dengar PSSI sudah beres kisruhnya, nah ini pertanda baik untuk segera berbenah. Kalau saran saya, gak usahlah mengulang kericuhan semacam itu di semua cabang olahraga. Yang  rugi kita sendiri kok, dan jelas tidak ada yang untung kan?” kata adik gubernur Lampung itu. (donpecci)