Petani Tanggamus Impikan Kejayaan Lada Hitam

10 Juni 2018 - 22:12:21 | 48 | EKONOMI

DL/10062018/Tanggamus

---- Petani dan tukang kebun di Kabupaten Tanggamus ingin kembali merasakan kejayaan Lada Hitam di Lampung.

Hal tersebut terungkap dalam acara Ngabuburit Arinal - Nunik bersama Hijau Daun di Lapangan Tangsi Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus pada Minggu 10 Juni 2018.

Suharto (52) petani Lada Hitam dan Kopi mengeluh harga jual yang teramat rendah. "Dulu tahun 2014 - 2016 Lada Hitam itu harganya bisa mencapai Rp130 ribu per kilo, sekarang anjlok cuma jadi Rp35 ribu per kilonya," keluhnya.

Selain itu Suharto juga mempermasalahkan adanya proyek Panas Bumi di Ulu Belu Desa Muara Dua milik BUMN. Karena uap belerang buangannya tertiup angin menerpa ladang-ladang milik petani yang sangat berpengaruh terhadap Kopi dan Lada Hitam.

Suharto juga berharap kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim agar bisa memakmurkan petani dengan menaikkan harga jual produk-produk pertanian.

"Gubernur yang baru nanti harus bisa menurunkan harga kebutuhan pokok karena sangat memberatkan dan membebaskan biaya sekolah dari tingkat SD sampai SMA," pintanya.

Di tempat yang sama, Asrani (46) dan Dulhadi (58) yang sama-sama petani kopi dan Lada Hitam juga mengeluhkan harga jual lada dan kopi anjlok. "Bagaimana mau hidup, untuk itu harga harus distabilkan," ucap keduanya.

Menurut Asrani, hasil panen tahun ini tidak cukup untuk makan apalagi sampai menyekolahkn anak. "Ini saja saya sampai narik ojek untuk tambahan makan," ceritanya.

Harapan keduanya, Arinal - Nunik terpilih bisa menstabilkan harga Kopi dan Lada Hitam. "Harga Lada Hitam hancur-hancuran bahkan anjlok sampai tiga kali lipat, maka itu pemimpin harus memikirkan masyarakat tani," tegasnya.

Untuk diketahui, Arinal - Nunik maju mencalonkan diri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung dengan membawa janji kerja yang tertuang dalam Kartu Petani Berjaya yang salah satu programnya adalah Jaminan Pasar Produk Tani dengan harga yang menguntungkan. Dengan itu maka para petani di Lampung pemegang Kartu Petani Berjaya dapat menjualnya dengan harga bersaing. (*/lis)