Rakyat Lampung Tuntut RF Atas Kekerasan Seksual

07 Juni 2018 - 23:39:47 | 675 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/07062018/Bandarlampung

---- Pusaran kasus dugaan pelecehan seksual yang ditujukan kepada gubernur Lampung non aktif terus bergulir dan makin terbuka dari berbagai bentuk kegiatan, baik di dunia maya maupun di tengah masyarakat.

Viralnya video pengakuan seorang perempuan yang mengaku bernama Sinta Melyati yang diunggah ke Youtube.com berdurasi cukup panjang, 18,39 menit diberi judul Kesaksian Lengkap Sinta Melyati soal Penjahat Kelamin telah ditonton 9.152 kali dan masih terus bertambah.

Berbagai elemen masyarakat bereaksi demi melihat kesaksian tersebut, salah satunya yang menamakan diri Aliansi Peduli Lampung. Mereka melakukan aksi bersama di Tugu Gajah Bandar Lampung, Kamis 7 Juni 2018 memprotes adanya kesaksian kekerasan seksual yang dialami Sinta Melyati  tersebut.

“Kesaksian Sinta Melyati menunjukkan bahwa figur Gubernur (non aktif) RF adalah politisi yang tidak mempunyai integritas, yaitu tidak jujur, berselingkuh dan menipu keluarga,” ujar Koordinator Aliansi Peduli Lampung, Icha Novita kepada pers disela aksi protes tersebut.

Dalam Keadaan Menstruasi

Menurutnya dalam video itu terungkap bahwa bahwa hubungan perselingkuhan yang dilakukan terhadap Sinta Melyati ada paksaan berhubungan seks.

“Terbukti, Sinta mengatakan meski dia sedang menstruasi, namun RF tetap memaksakan hubungan badan. Ini membuktikan bahwa Sinta Melyati adalah korban kekerasan seksual yang dilakukan pejabat Negara. Tangkap RF!.” tegasnya.

Massa Aliansi Peduli Lampung mempertanyakan kepolisian yang belum menelusuri video tersebut. Padahal menurut Icha Novita sudah ada bukti terjadinya kejahatan dan korban kejahatan.

“Kami minta aparat kepolisian bisa segera memeriksa RF atas kejahatan yang dilakukannya. Cari dan panggil Sinta Melyati yang telah menjadi korban. Kalau dibiarkan maka, RF akan menjadi ancaman bagi semua perempuan Lampung,” tegasnya.

Minta Perlindungan Presiden

Dalam kesaksiannya, Sinta Melyati sempat meminta perlindungan Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian atas keselamatan dirinya. Hal ini disampaikan di ujung penutup video kesaksian dirinya yang diunggah di Youtube beberapa waktu lalu.

“Saya ingin minta perlindungan pada bapak Presiden Jokowi. Perlindungan dari Pak Menteri dan Bapak Kapolri untuk melindungi saya ……,” demikian penutup kesaksian Sinta.

Sebelumnya Sinta menjelaskan bahwa dirinya berkali-kali dicari dan diajak bertemu kembali oleh Ridho Ficardo namun dirinya sudah tidak mau lagi bertemu. (Lis)