Peserta Pesantren Literasi DGBB 4 Ajak Masyarakat Mengenal Literasi

07 Juni 2018 - 11:33:19 | 325 | NASIONAL

DL/07062018/BOGOR

---- Literasi memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak-anak usia dini. Sebagai upaya memasifkan edukasi literasi di masyarakat, pada Sabtu (02-06) Duta Gemari Baca Batch (DGBB) 4 yang merupakan peserta Pesantren Literasi melakukan kegiatan bertajuk Sharing Literacy bersama puluhan anak di empat lokasi berbeda yakni SDN Putat Nutug 03, SDN Dukuh 03, Lingkungan Pintu Air Parung, dan TPQ Ramadan Parung.

Kegiatan ini merupakan usaha yang dilakukan Pengembangan Sumber Belajar dan Jaringan Literasi (PSBJL) agar para Duta mampu mengaktualisasikan diri sekaligus mengembangkan jaringan serta mensosialisasikan betapa pentingnya literasi di masyarakat.

“Kami ingin membangun sistem volunterisme dan engagement di masyarakat. Pendekatan yang bisa kami lakukan ialah dengan mengaakan egiatan literasi di ingkungan sekitar,” ujar Tika, Ketua Pesantren Literasi Duta Gemari Baca.

Gayung bersambut, pendekatan yang dilakukan Duta mendapatkan sambutan luar biasa. Bukan hanya dari anak-anak, tetapi juga para orang tua turut berpartisipasi dalam kegiatan Sharing Literacy.

“Ini kali pertama lingkungan kami diajak mengenal literasi, saya dan warga sangat berterima kasih karena kami bisa melek literasi,” kata Pak Neming, Ketua RT Pintu Air Parung.

Diharapkan kegiatan Sharing Literacy bisa terus berlangsung dengan jangkauan pengembangan literasi masyarakat lebih luas mengingat lingkungan masyarakat hari ini, mayoritas masih sangat awam terhadap literasi.

 “Tantangan kami dan masyarakat bukan sekadar pembiasaan dekat dengan buku, tetapi aksesibiitas media pembelajaran dan perkembangan teknologi. UNESCO mencatat bahwa minat baca di Indonesia hanya 0,001%, artinya hanya 1 orang yang terbiasa membaca dari 1.000 orang diharapkan jangkauan pengembangan literasi masyarakat bisa jauh lebih luas dan efektif.  Kami ingin gerakan mengajak masyarakat untuk kembali menggemari aktivitas membaca (Gemari Baca) sebagai bagian dari budaya literasi bisa terus kami kembangkan,” tutup Tika. (AR)