Ridho Ficardo : Waspadai Oknum Cukong Yang Akan Membajak Demokrasi Pada Pilkada Lampung

07 Juni 2018 - 01:07:26 | 270 | POLITIK

DL/07062018/BANDARLAMPUNG

--- Muhammad Ridho Ficardo menghadiri buka puasa bersama dengan Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si. serta seluruh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta elemen masyarakat Lampung, Graha Wiyono Siregar Mapolda Lampung, Rabu 6 Juni 2018 sore.

Dalam buka puasa tersebut, Kapolda menghimbau agar seluruh Paslon Gubernur dapat menjaga keamanan dan kedamaian hingga pemilihan gubernur selesai dilaksanankan.

"Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam pemilihan, oleh karenanya saya menghimbau agar semua paslon dapat terua menjaga keamanan dan kedamaian hingga pilgub selesai. Bagi yang menang baiknya merayakan dengan penuh rasa syukur di kediaman masing-masing, tidak perlu turun ke jalan sehingga dapat memicu keributan dengan pasangan ataupun pendukung yang kalah. Sedangkan untuk yang kalah semoga dapat menerimanya dengan lapang dada, tidak perlu melakukan kecurangan-kecurangan ataupun keributan-keributan yang dapat meresahkan masyarakat," himbaunya.

Sementara itu Ridho Ficardo saat dimintai keterangan seputar kondisi pemilihan Gubernur Lampung saat ini menyatakan bahwa meski dari hasil survey elektabilitasnya masih tertinggi dirinya tidak mau mendahului ketentuan yang berlaku.

"Meski dari sisi survey elektabilitas kita masih yang tertinggi, tapi kita tidak mau mendahului takdir, saya tetap berharap seluruh tim bekerja keras menggalang dukungan dari masyarakat untuk memastikan kemenangan kita kedepan," katanya.

Selain itu, Ridho juga mengapresiasi inisitif pak Kapolda mengumpulkan semua paslon dalam kegiatan buka puasa bersama, mengingat kondisi saat ini ada semacam gangguan yang dapat mengubah arah suara rakyat dalam memilih pemimpin yang diinginkan.

"Saya melihat adanya gangguan dari oknum cukong bermata sipit dan berambut panjang yang berusaha dari awal membeli semua partai, mengarahkan, dan membajak demokrasi," tegasnya.

"Masyarakat Lampung ini sangat plural, terdiri dari berbagai ras dan suku, tidak hanya masyarakat Lampung, suku jawa ada, keturunan bali juga banyak, tionghoa, india, batak, dan lain sebagainya, jangan sampai hanya mengikuti keinginan satu orang," paparnya

Menurut Ridho, pernyataannya tersebut merujuk pasa satu orang, bukan pada golongan tertentu, jadi masyarakat jangan salah persepsi.

"Siapa orangnya, saya yakin kita semua sudah tahu. Jadi jangan baper, apa lagi sampai kuper, kalau kuper nanti ditanya e-commerce nggak tahu," pungkas Ridho sambil bercanda. (lis)