Polda Lampung Bantah Ada Tahanan Diterlantarkan di RS Bhayangkara

31 Mei 2018 - 20:22:30 | 362 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/31052018/Bandarlampung

--- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung membantah adanya tahanan yang berinisial HE (42) diterlantarkan saat tengah mengalami pembantaran penahanan di Rumah Sakit Bayangkara Bandar Lampung.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, AKBP Bobby Marpaung saat dikonfirmasi detiklampung.com melalui telpon selulernya, Kamis 31 Mei 2018.

Bobby membantah dengan tegas terkait ditelantarkan tersangka yang terlibat kasus dugaan pencurian dan pemberatan (Curat) di RS Bhayangkara. “Memang benar ada tersangka yang dibantarkan, tapi tidak benar jika yang bersangkutan diterlantarkan,” kata dia.

Menurutnya, tersangka yang dibantarkan di Rumah Sakit mengalami pembantaran penahanan sejak Senin 27 Mei 2018, dengan Surat Perintah Pembantaran Penahanan nomor: Sp.Han/55.a/V/Res 1.8/2018 yang ditandatangani Wadir Reskrimum Polda Lampung AKBP Ardian Indra Nurlita.

Dia membenarkan bahwa ada tahanan yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. “Iya ada inisialnya HE,” kata Bobby.

Bobby membantah dan menegaskan anggotanya menjaga tahanan yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Ada kok yang jaga di kamar, ini diberkasnya ada. Cuma karena ada keluarga yang mau besuk dan kondisi baru dirawat jadi kita gak kasih dulu. Jadi soal tidak dijaga dan tidak makan itu tidak benar, ngarang aja,” tegasnya.

Dalam surat tersebut juga, diperintahkan sembilan anggota kepolisian Polda Lampung untuk mengawasi dan mengamankan HE selama berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Keluarga Komplain

Sebelumnya, ada sedikit keganjalan dalam perawatan HE. Tersangka merasa ditelantarkan dan tak diberi makan hingga infus tak diperbaiki. Hal itu dikatakan Kamsidi, kakak dari tersangka saat menjenguk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

“Adik saya belum makan dari kemarin, terus infusnya mati nggak bisa diperbaiki. Saat saya mendatangi perawat mereka mengatakan tidak bisa lantaran ruangan dikunci dan kuncinya dibawa oleh anggota polisi,” jelasnya, Kamis 31 Mei 2018.

Ia menambahkan, kemarin (Rabu, 30 Mei 2018) dirinya bersama keluarga hendak menjenguk HE. Namun, ia bersama keluarga tak mendapatkan perlakuan yang baik dari petugas jaga Rumah Sakit yang merupakan anggota polisi.

“Kami sempat bersitegang dengan petugas karena kami diusir. Kami menolak pergi lantaran kami melihat kondisi HE sangat prihatinkan karena ia lebih dari 24 jam tak diberi makan dan juga infus yang mati tak segera mendapat penanganan,” kata dia. (ver)