Terlibat Narkoba, Oknum PNS Kejari Balam Diberhentikan

30 Mei 2018 - 21:17:46 | 1431 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/30052018/Bandarlampung

---- Kepala Kejaksaan Negeri Bandarlampung,  Hentoro Cahyono menyatakan telah melakukan pemberhentian sementara status kepegawaian, terhadap dua oknum PNS Kejaksaan Negeri Bandarlampung berinisial B dan A yang diamankan oleh Satres Narkoba Polresta Bandarlampung terkait penyalahgunaan narkotika jenis Sabu-sabu.

Hentoro mengatakan dalam perkara itu, Hentoro mengatakan telah melakukan periksa status kepegawaiannya secara internal. “Kami baru usulkan untuk pemberhentian sementara ke Kajaksaan Agung (Kejagung) untuk sanksi kepegawaiannya kami menunggu hasil keputusan pengadilan yang tetap,” kata dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu 30 Mei 2018.

Pihaknya juga akan melakukan rapat internal untuk melaporkan kepada pimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, terkait status kepegawaiannya secara internal.

Menurutnya dua oknum PNS yang berinisial A adalah sebagai pengawal tahanan dan B sebagai Staf Adiministrasi, keduanya sedang diusulkan ke pusat untuk diberhentikan.

“Kami menyerahkan kasus ini kepada penyidik untuk ditindak lanjuti. Karena, katanya, hal itu adalah kewenangan penyidik. Kami serahkan ke penyidik agar ditindak lanjuti. Sekarang ini Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)-nya,” tuturnya.

Ditangkap Polisi

Diketahui, kedua PNS tersebut telah ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, pada sepekan lalu. Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing saat sedang menghisap narkoba jenis sabu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Murbani Budi Pitono membenarkan kabar tersebut. “Ya ada yang kita amankan tetapi bukan Jaksa ya, itu PNS kejaksaan, tapi saya belum bisa memberikan rincian secara detail silahkan langsung ke Kasat Narkoba Polresta.” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung Kompol Mohammad Ali Muhaidori bahwa pihaknya telah mengamankan dua oknum PNS Kejaksaan Negeri Bandarlampung yang bernama BD (27) dan A S (37), pada tanggal 11 Mei lalu.

“Iya kita amankan yang pertama itu satu orang untuk tersangka B selanjutnya dilakukan pengembangan dan kami berhasil mengamankan tersangka A.” katanya.

Masih kata Ali Muhaidori bahwa penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa tempat tersebut sering dijadikan sebagai tempat untuk pesta narkoba. (ver)