Koordinator Saksi Laporkan Panwaslu Pesibar ke Polda Lampung

30 Mei 2018 - 21:04:52 | 783 | POLITIK

DL/30052018/Bandarlampung

----- Kordinator saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat, Zaidi didampingi Liaison Officer Dedi Amrullah dan tim advokasi Paslon 2 Resimen Kadafi melaporkan Panitia Badan Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Ngambur Pesisir Barat dilaporkan ke Mapolda Lampung.

Ini dijelaskan Zaidi usai melaporkan kasus ini ke Mapolda Lampung, Selasa 29 Mei 2018.

Laporan tersebut terkait penyebaran kabar tidak benar terkait bimtek saksi KPU yang diadakan di Kecamatan Ngambur Pesisir Barat.

Kordinator saksi pasangan nomor urut 2 ini, melalui tim Kuasa Hukumnya, Kadafi menjelaskan, jika oknum Panwaslu yang dilaporkan tersebut bernama Hipzon, lantaran kabar tidak benar mengenai bimtek saksi KPU yang diadakan di Kecamatan Ngambur Pesisir Barat pada Selasa 22 Mei 2018 lalu.

“Di kabar media, bahwa terlapor telah menyebarkan kabar bahwa Paslon nomor 2 telah melakukan money politic. Padahal amplop yang dibagikan ke peserta Bimtek adalah uang saksi. Jadi beritanya diplintir,” terangnya saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin.

Dalam perkara tersebut, Kadafi menerangkan kejadian berawal saat setelah para peserta Bimtek Saksi TPS dari Bengkunat keluar ruangan dan kemudian dicegat oleh tim Panwaslu.

“Zaidi ditanya bermacam-macam pertanyaan. Mulai dari, kegiatan, pasangan mana sampai bagi-bagi amplop. Disitu, Zaidi menjawab iya dengan apa adanya, karena saat itu memang bagi amplop namun uang tersebut adalah uang saksi,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, Zaidi pun kemudian didorong dan amplop yang di dalamnya ada uang sebesar Rp150 ribu dirampas. “Uang itu dirampas, difoto dan disebarkan dengan tujuan tudingan money politic," kata dia. (ver)