Sumarju Ajak Pemasaran Hasil KUBE Melalui e-Commerce

28 Mei 2018 - 23:43:35 | 2133 | HUMANIORA

DL/28052018/Bandarlampung

--- Tiga ratusan orang anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berkembang di Kabupaten Lampung Tengah berkumpul di Gedung Pertemuan BTM  Assafiiyah Berkah Nasional di Kota Gajah, Lampung Tengah, Senin 28 Mei 2018.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk bersilaturahim dengan sesama pengurus dan anggota KUBE yang berkembang disamping itu juga berdiskusi dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung tentang upaya memajukan usaha melalui KUBE.

Terungkap dalam pertemuan KUBE dari Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo yang awalnya beternak  kambing sekarang beralih kepeternakan sapi dan juga kambing.

Kube yang berdiri pada tahun 2016 dipimpin oleh Suseno awalnya bermodalkan 20 ekor kambing namun pada bulan mei telah di kembangkan menjadi 5 ekor sapi dan masih juga 6 ekor kambing.

Peralihan jenis ternak tersebut semata mata untuk pemeliharaan dan juga sisanya dipergunakan untuk rehab rumah anggotanya.

Berbeda dengan ketua KUBE Sinar Rizki yang ingin sekali mengembangkan usahanya. “Kami ingin mengembangkan usaha kelompok ini sehingga laku sampai manca Negara,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni dalam arahannya mengatakan bahwa modal KUBE Rp20 juta merupakan hibah dan tidak kembali atau bergulir. “Saya mengapresiasi karena 30 KUBE masih bertahan bahkan sudah menghasilkan,” katanya.

Sumarju juga mengatakan perubahan jenis usaha bisa dimaklumi namun setiap perubahan agar pendamping KUBE melaporkannya ke Dinas Sosial Kabupaten dengan tembusan Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Tentu saja perubahan terebut diperkuat dengan berita acara rapat perubahan jenis usaha. “Apabila terjadi perubahan jenis usaha harus dilaporkan ke Dinsos setempat dengan dilampirkan Berita Acara Pertemuan KUBE.” Imbuhnya.

Sedangkan untuk pemasaran hasil usaha seperti KUBE Sinar Rizki yang memproduksi olahan pangan seperti Keripik Pisang, Ikan Asep,dan semacamnya.

Sudah saatnya pemasaran hasil KUBE melalui e-Commerce agar proses pembinaan dari produksi hingga pemasaran berkesinambungan.

 Disarankan agar KUBE dapat memasarkan produksinya melalui online. Sebagaimana tahun 2017 kemarin Dinsos Lampung bekerjasama dengan Kominfo Pusat untuk memberikan sejuta domain kepada KUBE dan selama satu tahun tidak dipungut bayaran.

Namun sayangnya hanya sebanyak 250 KUBE yang memanfaatkannya. “Alhamdulilah melalui pemasaran online penghasilan KUBE meningkat karena banyak pesanan dari berbagai provinsi dan manca negara.” Ungkapnya. (Ppid-Dinsos)