Pariwisata Lampung Melesat Saingi Bali Untuk Kunjungan Wisnu

28 Mei 2018 - 17:09:17 | 19332 | PARIWISATA

DL/28052018/Bandarlampung

--- Tiga Tahun kepemimpinan Gubernur Lampung non-aktif, Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri telah menempatkan Provinsi Lampung pada peringkat ke-5 tujuan wisata nasional.

Bahkan pada Oktober 2017, kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Lampung tercatat berjumlah 8,8 juta wisatawan. Terbanyak peringkat sembilan se-Indonesia, mengalahkan Provinsi Bali yang berada di posisi 11 dengan jumlah kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 8,5 juta wisatawan.

Hal tersebut berhasil diraih oleh Pemerintah Provinsi Lampung dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu program strategis pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berbagai program dicanangkan untuk memperkaya khasanah pariwisata di Lampung. Bukan hanya dari segi keindahan alam, namun juga dari konten dan faktor-faktor pendukungnya.

Seperti pelestarian cagar budaya, event-event berskala nasional maupun internasional, penginapan yang memadai, sampai infrastruktur yang menunjang konektivitas antar wilayah, seperti dibangunnya Jalan Tol Trans Sumatera dan Bandara Radin Inten II yang dalam waktu dekat akan diresmikan menjadi bandara Internasional.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan perguruan politeknik negeri lampung (Polinela) dengan membuka program studi D3 Perjalanan Pariwisata untuk menghasilkan tenaga pariwisata yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang mumpuni mengenai potensi pariwisata di Lampung.

hal tersebut terungkap saat Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, memimpin rapat pembentukan Program Studi D3 Perjalanan Pariwisata Polinela di ruang rapatnya, Senin 21 Mei 2018.

Tidak hanya membentuk program studi D3 Pariwisata, Pemprov juga telah menyiapkan beasiswa bagi 40 mahasiswa dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Rencananya ke-40 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp5 juta/tahun hingga lulus, dan beasiswa ini juga berlaku untuk angkatan setelahnya.

Hal-hal tersebut diatas tentu juga sebagai upaya dalam memacu peningkatan nilai investasi di Provinsi Lampung. Para investor tidak akan lagi melihat Lampung hanya sebagai pintu perlintasan pulau Sumatera, tapi juga Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru satelah pulau Jawa.

Untuk diketahui, selain sektor pariwisata, Gubernur juga setiap tahunnya memberikan beasiswa Polinela kepada 125 anak petani miskin untuk menunjang program strategis pertanian. (RG/*)