Soleh Badjuri: Tiada Kemenangan Tanpa Kekuatan

28 Mei 2018 - 15:29:46 | 52 | POLITIK

DL/28052018/Bandarlampung

---- Memperjuangkan sesuatu, apalagi terkait hajat hidup orang banyak, butuh pengorbanan. Demi meraih kemenangan sebagai hasil positif sebuah perjuangan, senyawa antara soliditas organisasi, model kepemimpinan efektif, dan juntai keyakinan yang bersekutu dengan persatuan basis massa rakyat yang riil (konstituen) jadi hal yang tak terelakkan.

Pesan ini disampaikan KH. RM. Soleh Bajuri, Ketua Dewan Pengarah BPH DPD Tim Bravo-5 Lampung saat menghadiri rapat konsolidasi dan berbuka puasa bersama pengurus Tim Bravo-5 Lampung, di aula Yayasan Alfian Husin, Kedaton, Bandarlampung, Minggu 27 Mei 2018.

Selaku pengarah, pemilik Pondok Pesantren Raudlatussholihin, Bumirestu, Palas, Lampung Selatan ini membeberkan kata kunci yang patut jadi picu adrenalin perjuangan Bravo-5 bersama dan barisan pemenangan Pilpres Jokowi 2019.

Menurutnya, meski berstatus petahana, strategi pemenangan yang jitu, membumi, dan memedomani prinsip kedaulatan rakyat mutlak diperlukan guna mempersenjatai kerja-kerja sosialisasi capaian hasil pembangunan segala bidang yang telah, sedang dan akan ditunaikan hingga akhir kepemimpinan rezim Jokowi-JK.

Banyaknya hasil positif yang belum terekspos secara utuh hingga ke lapisan masyarakat pelosok desa dan daerah terpencil, menjadi tantangan kerja lembur seluruh unsur armada tempur, tak terkecuali Tim Bravo-5.

“Mari kita hayati, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa organisasi, dan tidak akan sukses perjuangan organisasi tanpa kepemimpinan efektif,” ujar Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung ini.

Mengutip Sayyidina Umar R.A., mantan Ketua Tanfidziah PWNU Lampung 2013-2018 ini menegaskan kepemimpinan akan efektif jika ada ketaatan, ketaatan akan ada jika ada persatuan dan kesatuan, persatuan akan ada jika ada ilmu pengetahuan.

Mantan anggota F-PKB DPRD Lampung ini juga berbagi kisah hingga memiliki kesan khusus yang diakuinya sebagai ketertarikan atas segenap terobosan kebijakan publik Jokowi.

“Dalam konteks keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, banyak lini pembangunan yang belum sepenuhnya tersentuh tangan dingin Jokowi. Bravo-5 wajib berupaya agar kebijakan Presiden yang belum sepenuhnya prorakyat terus didorong nyata ruh keberpihakannya, dan yang telah memihak kepentingan rakyat tetap dipertahankan sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945,” imbuhnya.

Di mata ulama humoris ini, secara kaidah iqh, demi kebaikan rakyat dan kemaslahatan umat, capaian yang telah diperoleh selama ini sudah sepatutnya didukung upaya peningkatannya.

“Bravo-5 harus berbasis massa rakyat. Tanpa rakyat, tanpa jamaah, dan tanpa keyakinan, perjuangan takkan sukses, kenapa, karena keyakinan merupakan dasar menuju sukses,” tambahnya lagi.

“Perjuangan untuk kemaslahatan rakyat ini bagian ibadah ghairu mahdhah, suatu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbuat baik terhadap sesama manusia. Sesuai pengamatan, kerja keras yang telah Jokowi lakukan sebagai Kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan ini menurut saya Lillahi Taala, semua demi kebaikan rakyat. Untuk itu, lepas segenap kekurangannya, Bravo-5 mesti bekerja lebih keras meyakinkan rakyat bahwa sosok Jokowi layak didukung maju nyapres kembali pemilu nanti," urainya.

Apa pasal? “Agar visi misi dan program kerja prorakyat dari Kabinet Kerja Jokowi ini dapat ia tuntaskan setuntas-tuntasnya, kita beri kesempatan Jokowi dua periode,” serunya disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Soleh, yang pernah mencalon Bupati Lampung Selatan 2010 ini, mengilustrasikan keseriusan Jokowi menerbitkan Perpres 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Sebuah gerakan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Apa pertimbangannya? Apa tujuannya? Bagaimana merevitalisasi penerapan nilai-nilai Pancasila secara utuh? Saya pelajari detail, luar biasa. Saya harus katakan ini nyata political will Presiden Jokowi terhadap pentingnya pendidikan karakter sebagai modal dasar pembangunan yang tiada habisnya,” kata dia.

“Belum program pemberdayaan ekonomi ponpes seperti bank wakaf mikro, penyerapan alumni pesantren di kawasan industri, dan lainnya, semua berbasis trilogi pengembangan pesantren, yaitu kemandirian, akuntabilitas, dan penjaminan mutu,” terangnya.

Berkat tangan dingin Jokowi, ke depan akan terus dikembangkan program keterampilan santri berbasis pesantren maritim, pesantren agrobisnis, pesantren pertanian, pesantren kehutanan, dan pesantren bahari.

Soleh Bajuri menutup pesannya agar Bravo-5 kuat komitmen memperjuangkan kemenangan Jokowi dua periode. “Terus disiplin, tepat janji, jujur, amanah dan konsisten serta jangan sekali-kali mengecewakan rakyat,” pungkasnya.

Rapat dipimpin Ketua Tim Bravo-5 Lampung Andi Desfiandi, didampingi Sekretaris Endi Hasibuan dan Bendahara Ary Meizari. Dari pantauan redaksi, selain pengurus DPD dan utusan DPC kabupaten/kota, tampak hadir anggota DPD RI Andi Surya,

Selain itu juga hadir Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah, dokter musisi Aldo Aprizo (pencipta lagu Jokowi dan Zaskia Gotik), advokat Wim Badrie Dzaki, tokoh masyarakat Lampung Tengah Agus Hamid, tokoh masyarakat Pesisir Barat Zaini Hasan, dan tokoh berpengaruh lainnya. (ver)