Yuhadi: Yang Harus Dipertanyakan Justru Pemelintirnya

26 Mei 2018 - 22:38:39 | 96 | POLITIK

DL/26052018/Bandarlampung

--- Suhu politik di provinsi Lampung mulai meninggi, sebulan menjelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Kadang-kadang situasi seperti ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menciptakan suasana memanas dalam pesta demokrasi ini.

Seperti yang terjadi di Bukit Kemuning Lampung Utara, diduga sempat beredar isu yang memancing personil Panwas Lampung Utara melakukan tindakan represif dengan mendatangi sebuah gudang milik Ruslan, yang berisi alat peraga kampanye dan logistik kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3.

Menanggapi hal ini, Liaison Officer (LO) Pasangan Calon Gubernur dan  Wakil Gubernur Lampung nomor urut 3, Ir. H. Arinal Djuanidi-Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik), Yuhadi mengatakan, bahwa Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bukit Kemuning, Lampung Utara diduga termakan isu yang dihembuskan pihak tak bertanggungjawab, saat mendatangi gudang milik Ruslan, Jumat 25 Mei 2018.

Sebab, setelah terlibat sedikit ketegangan dengan pemilik gudang dan beberapa kader Partai Golkar, Panwas tidak menemukan kegiatan ilegal di gudang tersebut.

Pada saat Panwascam dan polisi sampai di lokasi, mereka hanya menemukan sarung dan kerudung yang merupakan bahan kampanye yang sah dan dibolehkan oleh KPU.

“Memang sedikit ada ketegangan dengan beberapa kader Partai Golkar. Tapi setelah mereka melihat yang ada hanya bahan kampanye, Panwasnya pulang dan persoalan ini kami anggap tidak ada apa-apa," tegas Yuhadi, Sabtu 26 Mei 2018.

Yuhadi berharap kondisi politik yang makin panas selama sebulan ke depan dapat disikapi secara bijak oleh berbagai komponen, baik peserta, penyelenggara, maupun pengawas. 

“Jadi, kalau dikonfirmasi baik-baik kan nggak perlu ada ketegangan. Apalagi sampai bawa-bawa polisi. Sebab pasangan Arinak-Nunik sudah bertekad tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan Pilkada,” ujar Yuhadi juga Ketua DPD II Partai Golkar Bandarlampung ini.

Lebih lanjut Yuhadi mengatakan, yang harus dipertanyakan justru pihak-pihak yang memelintir bahwa kejadian itu adalah penggerebekan bahan kampanye milik Paslon, kemudian dengan cepat mempublikasikannya pada media seolah-oleh ada pelanggaran.

Saat ini lanjut Yuhadi, tim paslon 3 sedang mengkaji dan akan segera melaporkan bila ada oknum yang dengan sengaja secara tendensius ingin merusak citra pasangan calon nomor 3. (lis)