Dompet Dhuafa Pendidikan Umumkan Penerima Beasiswa Tahfizh

26 Mei 2018 - 02:15:51 | 1566 | PENDIDIKAN

DL/26052018/BOGOR  

----- Dompet Dhuafa Pendidikan mengumumkan penerima beasiswa Ekselensia Tahfizh School pada Rabu, 23 mei 2018. Ekselensia Tahfizh School angkatan pertama berasal dari 10 daerah seleksi yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Aza El Munadiyan Manajer Strategic Partnership Dompet Dhuafa Pendidikan, Ekselensia Tahfizh School (Etahfizh) merupakan program investasi sumber daya manusia yang berfokus pada tahfidz-plus (Al-Qur-an, Islamic studies, dan leadership).

Program tahfizh ini diperuntukkan bagi anak-anak pilihan lulusan SMP/MTs/sederajat yang memiliki kemampuan akademik tinggi namun memiliki keterbatasan finansial.

“Program ini merupakan sebuah inkubasi kurikulum khas Ekselensia untuk menghasilkan lulusan (output) hafizh dengan kompetensi dalam ilmu-ilmu ke-Islaman, dan unggul dalam kepemimpinan,” kata Aza El.

“Kurikulum khas Ekselensia juga di dukung dengan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2015 dan Baldrige Excellence Framework (BEF), fasilitas yang mendukung dan kondusif di kawasan Zona Madina, dan quality control proses pembelajaran tahfizh,” jelas Aza lebih lanjut.

Sementara itu menurut Mulyadi Saputra Direktur Program Ekselensia Tahfizh School, kurikulum khas Ekselensia dirancang selama 2 tahun penguatan keilmuan dan kompetensi kepemimpinan, 2 semester untuk persiapan sukses PTN dalam negeri atau Perguruan Tinggi  Luar Negeri serta perencanaan karir pasca pendidikan. 

“Calon siswa tahfizh melewati serangkaian tes yang terdiri dari tes berkas administrasi, psikotest dan wawancara dengan psikolog, kunjungan rumah (home visit) dan penentuan tahap akhir,” jelas Mulyadi.

Berdasarkan hasil rapat penentuan tahap akhir Senin, (14-5) diputuskan bahwa 6 calon siswa berhak menjadi peserta Ekselensia Tahfizh School tahun pelajaran 2018 – 2019, yaitu : Bagus Pribadi (Palembang Sumatera Selatan), Sultan Ilyas Fadlurrahman, Bogor Jawa Barat, Usamah Imam Khomeini Al Kadafi (Yogyakarta), Ibrahim Al-Mutaqiy ( Pasuruan, Jawa Timur), Muhammad Saifuddin (Kediri, Jawa Timur), Ihsan Muhammad Taqiyuddin (Surabaya, Jawa Timur). (Lis)