Mukhlis Basri Minta Jamaah Jauhi Berita Hoax

25 Mei 2018 - 13:06:02 | 324 | BERITA DAERAH

DL/25052018/Bandarlampung

---- Guna menghindari perpecahan antara bangsa Indonesia, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya berita palsu (hoaks).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Mukhlis Basri, saat memberi kultum sholat Taraweh di Masjid Baiturohim, Perum Korpri, Bandarlampung, Kamis 24 Mei 2018) malam.

Mukhlis Basri mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk menjauhi berita palsu (hoaks) yang belakangan menjadi isu yang mudah diterima begitu saja oleh masyarakat saat ini.

“Ingat kita kita jangan langsung percaya dengan berita palsu, bohong atau yang kita kenal dengan istilah hoaks, tanpa mencari tahu lebih dulu kebenaran berita itu,” kata mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu.

Ia menambahkan, konten berita bohong bisa dengan mudah ditemukan terutama di platform media sosial. Oleh sebab itu, belum banyak orang yang bersedia melakukan kroscek informasi demi mengetahui apakah informasi yang diterimanya asli atau palsu. “Sudah jelas berita palsu atau hoaks dalam Islam posisinya jelas, yaitu haram,” kata dia.

Mukhlis mengajak masyarakat untuk berbaik sangka, menjauhi pergunjingan, fitnah, dan kebohongan. Bila hoaks dijauhi dan perbuatan baik diperbanyak, kata Mukhlis, maka Indonesia akan semakin baik dan bangsa Indonesia akan terjaga dari fitnah, musibah, dan bencana perpecahan.

“Allah tegas memerintahkan kita untuk melakukan kroscek atas informasi atau berita yang kita dapatkan. Perintah Allah untuk meneliti suatu informasi agar kita tidak terkena musibah yang hanya akan membuat kita menyesal,” kata kader banteng itu.

Menurut Mukhlis, hoaks amat berpotensi menjadi alat pemecah-belah bangsa. Dengan menyebar sebanyak-banyaknya hoaks terutama tentang isu yang sensitif, Mukhlis berujar, maka gesekkan antar masyarakat makin panas.

“Silang argumen dan adu cacian pun terjadi. Masyarakat dibuat menjadi saling tidak percaya, antar institusi saling mencurigai, dan target utamanya adalah membuat masyarakat kehilangan kepercayaan dan kepatuhan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, kemalasan klarifikasi (tabayun) itulah yang menyebabkan bibit hoaks tersemai dengan pesat. “Semoga, Allah selalu memberkati dan melindungi kita semua dari bahaya berita bohong dan fitnah,” tuturnya. (ver)