Dua PNS Kemenag Lamteng Kena OTT Disidang

25 Mei 2018 - 13:03:48 | 162 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/25052018/Bandarlampung

---- Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Hidayatulloh (39) dan Sahril Erwan (35) didakwa oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU) Marwan, terkait kasus Operasi Tangkap Tangan dari penggeledahan dalam laci dan meja Sahril Erwan yang ditemukan amplop berisikan uang hasil pengumpulan dari guru penerima TPG sejumlah Rp 4,6 juta.

Dalam dakwaannya Marwan menjelaskan, jika kedua terdakwa yang merupakan warga Gunung Sugih Lamteng tersebut diancam dengan Pasal 11 dan Pasal 12 UU Nomor 30/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di  PN Tanjungkarang, Kamis 24 Mei 2018.

“Penyelenggara negara yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri, secara melawan hukum menggunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar  atau menerima pembayaran dengan potongan untuk diri sendiri,” jelas Jaksa Penuntut Umum Marwan usai menjalani persidangan di PN Tanjungkarang.

Perbuatan itu, lanjut Marwan, dilakukan pada November 2017 saat Kemenag Lampung menetapkan guru sebagai penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Raudhatul Athfal/Madrasah tahun 2017. Penerimanya yakni PNS, Non PNS, PNS Non Inpassing. Saat itu, kedua terdakwa yang merupakan pejabat fungsional dan pejabat seksi pendidikan Madrasah di Kemenag Lamteng diberikan tugas untuk mengumpulkan dokumen para guru penerima TPG.

“Pada saat itu kedua terdakwa menerima amplop dari para guru dari perhitungan mereka menerima uang Rp2,9 juta. Sehingga dikumpulkan berjumlah Rp 4,6 juta,” kata Marwan. 

Kemudian keesokan harinya masih berlanjut, Wasim dan Djunaedi guru yang hendak melakukan pencarian TPG diberitahu oleh para guru lain yang terlebih dahulu mencarikan dananya agar menyisipkan uang dalam amplop dengan diberi keterangan nama dan asal sekolah.

“Dengan diisi uang karena dana bisa keluar karena peranan kedua terdakwa. Saksi Ernawati (guru) juga dimintai uang oleh dua terdakwa,” kata dia.

Selain itu beberapa guru lain juga menyerahkan uang dalam amplop ke keduanya.  Datanglah polisi Polres Lamteng melakukan operasi tangkap tangan.

Kemudian Polisi menggerebek dari penggeledahan di laci milik Hidayatulloh. Polisi menyita 18 amplop berisi uang tunai Rp 10,1 juta. Serta delapan amplop berisi uang di laci milik Sahril Erwan dengan total uang di dalamnya mencapai Rp4,6 juta. Sehingga jumlah seluruhnya mencapai Rp 14,7 juta yang yang diamankan. (ver)