Mbah Sarni Segera Diusulkan Bedah Rumah

23 Mei 2018 - 15:27:49 | 295 | HUMANIORA

DL/23022018/Bandarlampung

---- Berawal dari postingan yang bikin trenyuh ihwal mbah Sarni yang ternyata ini info nyata. Mbah Sarni Cuma Punya Sendok Sebiji. Ini bukan kisah, ini realita. Miris.

Adalah mbak Sarni, warga desa Purworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Diusia setua ini, dia tinggal sendirian disebuah tempat yang sangat tidak layak, tidur di lantai beralas tikar pandan, karena satu-satunya dipan mbah Sarni sudah rusak.

Mbah Sarni sering sakit, dan anak-anaknya entah kemana. Hidup sendirian, dan ditempat ini hanya ada satu sendok makan, dua gelas buruk, dua buah piring dan sebuah botol sisa air mineral.

Pendengaran mbah Sarni pun sudah mulai berkurang, dan tentu kita bertanya, bagaimana mbah Sarni sehari-harinya mendapatkan makanan.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung tentang keberadaan Mbah Sarni dengan data yang minim itu, maka diperoleh keterangan bahwa Mbah Sarni kini sedang dalam pembinaan sebagai kelayan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Insan Pertiwi Prov.Lampung sebagai ketuanya M. Irzin Abdullah.

“Kami sudah konfirmasi kepada pak kepala desa Purworejo, Zainal Abidin memang membenarkan bahwa ini warganya. Dan mbah Sarni sudah mendapatkan penanganan dari LKS tersebut,” kata Sumarju Saeni, Kepala Dinas Sosial provinsi Lampung, Rabu 23 Mei 2018.

Selama ini mbah Sarni mendapatkan program Day-Care dan Home Care dari Dinsos Lampung. “Mbah Sarni sebelumnya mau dirujuk ke Panti Sosial Tresna Wredha namun beliau tidak bersedia. Beliau punya prinsip nganti mati aku gak gelem neng (sampai mati aku tidak mau ke) panti jompo atau ikut anak, biarin aja di sini,” Kata Sumarju menirukan pernyataan mbah Sarni.

Bedah Rumah

Menurut keterangan, Mbah Sarni mempunyai anak namun sudah berkeluarga. Kondisinya mereka juga masih tergolong miskin.

Mengingat kondisi rumahnya yang tidak layak huni, maka oleh LKS Bina Insan Pertiwi telah diusulkan untuk mendapatkan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) bagi Lanjut Usia.

Menurut Kepala Desa Purworejo Zainal Abidin, dalam pelaksanaan RSRTLH terebut Kades akan mengerahkan segenap masyarakat untuk bergotong royong baik tenaga maupun harta sehingga hasilnya rumah tersebut akan lebih sempurna. “Nanti kami akan lakukan gotongroyong untuk buat rumah mbah Sarni,” katanya. (don)