Kurir Narkoba Asal Metro Dituntut 12 Tahun Penjara

22 Mei 2018 - 20:23:30 | 297 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/22052018/Bandarlampung

----- Bramantio Nugroho (20) warga Jatimulyo Metro Barat Metro, hanya bisa tertunduk lesu di hadapan majelis hakim yang menyidangkan perkaranya di PN Tanjungkarang.

Terdakwa divonis majelis Hakim Novian Sahputra, selama 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsideir enam bulan kurungan. 

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Atas putusan tersebut Bramantio menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Selasa 22 Mei 2018.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut pria lulusan Sekolah Dasar (SD) ini dengan kurungan penjara selama 14 tahun penjara.

Setelah mendengar putusan itu, tak satupun terlihat sanak familinya menuntun tangan atau merangkulnya untuk mencapai ruang sel tahan Pengadilan Tanjungkarang. Saat itu, terdakwa hanya dituntut oleh salah satu pengawal tahanan untuk mencapai ruang sel tahanan.

Sebelumnya, kejadian berawal saat tanggal 28 November 2017 silam. Dimana saat itu, terdakwa sedang berada di kediamannya dan dihubungi seorang bernama Rio (DPO).

Rio mengatakan kepada terdakwa bahwa ada kerjaan untuk mengambil narkotika jenis Sabu sebanyak dua bungkus seberat 199,5 gram.

“Terdakwa menyanggupinya dan sebelum berangkat terdakwa diminta Rio mendatangi kotak sampah yang ada di 16 C untuk mengambil uang jalan sebesar Rp500 ribu. Kemudian terdakwa menuju ke rumah rekannya bernama Gilang Saputra (berkas terpisah) dan mereka berdua menuju Bandarlampung,” jelasnya JPU.

Setelah sampai Bandarlampung tepatnya di Terminal Sukaraja, terdakwa ditelepon oleh seseorang bahwa segera mendatangi pos Terminal Sukaraja untuk mengambil pesanannya yakni Sabu. “Namun, saat mengambil terdakwa langsung disergap polisi dan kemudian keduanya dibawa ke Mapolda Lampung,” kata dia. (ver)