Diduga Bocor, Razia Karaoke Nihil

22 Mei 2018 - 17:49:25 | 115749 | HIBURAN

DL/22052018/Bandarlampung

--- Kepala Satpol PP Kota Bandarlampung Mansi, mengaku sangat kecewa atas hasil sidak dan razia yang digelar satuannya senin malam 21 Mei 2018 di kawasan Kota Bandarlampung.

Pasalnya, pentisiran mendadak di wilayah Telukbetung, Jl Antasari dan Jl Soekarno Hatta (by-pass) nyaris tak ada hasil. Bukan lantaran para pengusaha karaoke sudah patuh aturan, melainkan di duga bocor.

Mansi mengatakan pihaknya kecolongan lantaran Informasi razia ini diduga telah bocor lebih dulu. Dari enam tempat karaoke yang didatangi hanya satu yang buka. “Anehnya, gerbang yang kita tinjau pun sudah tertutup. Ini kan indikasi ada yang membocorkan razia makin kuat,” katanya.

Namun Mansi belum puas, karena sinyalemen masih bukanya beberapa hiburan malam dan karaoke di Bandarlampung di bulan Ramadan masih kuat.

“Saya yakin bahwa sidak malam ini sudah bocor, masa seluruh tempat karaoke yang kita datangi hanya satu yang kami dapati masih buka. Oleh sebab itu, untuk razia berikutnya kami akan menggunakan strategis lain,” kata Mansi kepada wartawan usai menggelar razia.

Kegiatan tersebut digelar lantaran pihaknya mendapatkan perintah dari Sekda Badri Tamam, untuk menggelar razia di bulan Ramadhan dengan tujuan untuk memastikan tidak ada hiburan malam yang buka selama bulan puasa.

Untuk razia malam itu tidak langsung melakukan penangkapan atau menindak pihak karaoke. “Karena, kami hanya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dianjurkan oleh Sekda Badri Tamam. Menggunakan beberapa tahapan, mulai dari memperingatkan hingga melakukan tindakan,” katanya.

Dia menambahkan, razia tersebut melibatkan 30 personil yang dimulai pukul 22.00 sampai 23.30 WIB.  Rombongan Satpol PP mencoba masuk ke salah satu tempat karaoke yang masih buka di bulan puasa di Jalan Antasari Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung.

Di tempat tersebut, terdapat tujuh orang perempuan berpakaian seksi duduk santai di kursi sofa. Sedangkan, dari ruang karaoke, keluar tiga orang pria. Setelah masuk, 20 menit kemudian rombongan pergi dengan meninggalkan surat teguran.

“Kami hanya menjalankan perintah sesuai prosedur yang disampaikan pak Sekda. Tadi tidak ada kami lakukan penangkapan. Hanya memberi surat teguran secara bertahap, kali ini teguran secara tertulis saja,” kata dia. 

Selanjutnya untuk lokasi karaoke di Jalan Antasari tersebut, akan menjadi perhatian pihak Satpol PP Kota. “Saya berencana akan memerintahkan anggotanya untuk melakukan monitoring kita mau pastikan, teguran kita dilaksanakan atau tidak. Aturan mainnya sudah jelas, apabila 1×24 jam ke depan karaoke itu masih buka, maka akan kita tindak,” kata dia. (ver)