Dua Pencuri Rumah Jaksa Dituntut 10 Bulan Penjara

22 Mei 2018 - 04:52:31 | 81 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/22052018/Bandarlampung

---- Dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah ini terancam tidak bisa bersekolah seperti bisa hingga 10 bulan, jika tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rika Magdalena dikabulkan hakim yang menyidangkan perkara pidana pencurian oleh kedua remaja ini.

Lantaran keduanya terbukti melakukan tindak pidana pencurian. Dua anak dibawah umur berinisial ARP (17) dan AAB (16) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rika Mahdalena, selama 10 bulan penjara dikurangi selama anak berada dalam penjara.

Hal tersebut terungkap dalam sidang di PN Tanjungkarang, Senin 21 Mei 2018.

Dalam tuntutannya JPU menjelaskan, para terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasai 363 Ayat (1) ke-4 KUHP. Sedangkan, hal-hal yang memberatkan perbuatan kedua meresahkan masyarakat.

Kedua terdakwa telah menikmati hasilnya dan perbuatan kedua terdakwa telah mengakibatkan salah satu Jaksa Kejari Bandarlampung, Nilam Agustini Putri yang mengalami kerugian sebesar Rp10 juta.

Usai mendengar tuntutan tersebut tim Kuasa Hukum terdakwa yakni Salamat S Sihombing mengajukan pembelaan terhadap kedua terdakwa.

Dalam pembelaan tersebut menyatakan jika kedua anak sudah minta maaf di persidangan, mengaku bersalah dalam persidangan. Keduanya masih sekolah masih butuh pengawasan dari orang tua dan masa depan terdakwa yang berusia dibawah umur ini masih panjang. 

Dalam dakwaan sebelumnya Rika menjelaskan, perbuatan tersebut berawal pada 4 Maret 2018 ketika ARP bersama AAB hendak pergi mencari rumah temannya di daerah Antasari, lalu ARP membonceng AAB menggunakan motor honda Vario dengan No polisi BE 2243 BO miliknya. 

Namun ketika hendak pulang dan sampai di dekat IAIN melintasi Perum Permata Biru Sukarame, para terdakwa melihat ada janur kuning, lalu timbul niat keduanya untuk mengambil barang yang ada di dalam rumah saksi korban Nilam.

Pada sidang tertutup tersebut, JPU menjelaskan jika kedua terdakwa itu sepakat untuk bagi hasil dari hasil curian tersebut, setelah itu ARP menyuruh AAB untuk menunggu di warung yang dekat dengan tempat lokasi kejadian untuk mengawasi keadaan sekitar rumah korban.

Kemudian ARP masuk ke dalam kamar pengantin dan langsung mengambil tiga handphone (HP) milik korban yang dimasukkan ke dalam kantong celana sebelah kanan lalu pergi menemui AAB serta bergegas pergi meninggalkan lokasi tempat kejadian.

Keesokan harinya kedua terdakwa ditangkap Polisi Polresta Bandarlampung tetapi tidak disertai barang bukti dikarenakan HP yang mereka curi sudah dijual oleh ARP kepada Aroem lalu dijual lagi  ke saksi Irham. “Sedangkan satu HP lainnya telah dijual kepada orang yang tidak dikenal. Lalu kedua terdakwa ditangkap untuk kemudian ditindaklanjuti,” kata Jaksa usai sidang. (ver)