Asian Games 2018 Geliatkan UMKM Indonesia

20 Mei 2018 - 00:18:29 | 1944 | OLAHRAGA

DL/20052018/Jakarta

---- Perhelatan akbar Asian Games 2018 sebentar lagi akan dimulai, gegap gempita Asian Games 2018 semakin hari semakin terasa. Antusias masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dan Palembang dirasa tinggi dalam rangka menyambut pesta olahraga se Asia untuk yang kedua kalinya di Indonesia.

Sumber daya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Asian Games 18 pastinya tidaklah sedikit, baik dari sisi materi maupun non-materi.

Namun, apa yang dikeluarkan oleh negara untuk Asian Games 18 ini akan sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Salah satunya adalah manfaat yang dirasakan pada sektor UMKM Indonesia.

Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia mengatakan bahwa dengan kucuran dana yang besar untuk Asian Games 2018 sudah pasti akan memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Terkait dengan UMKM, setiap ada kegiatan yang menarik banyak orang datang baik atlet, masyarakat, atau panitia pasti akan membuka peluang ekonomi misalnya oleh-oleh, biasanya banyak dari pengunjung yang ingin membawa cinderamata dari daerah tersebut sebagai kenang-kenangan, “ kata Rhenald seperti dikutip laman resmi asiangames2018.id.

“Bukan hanya cinderamata. Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini juga bisa menjadi future market, yaitu destinasi wisata dan Mice. Bahkan investasi dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” terang Rhenald.

Cinderamata Asian Games 2018 dipercaya akan menjadi primadona bagi para atlet, ofisial maupun tamu lainnya untuk menjadikannya sebagai barang kenangan. Salah satu UMKM yang ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 adalah Du’Anyam, sebuah UMKM yang memproduksi berbagai cinderamata Asian Games 2018 seperti kipas, topi, coasters, gelang, dompet kartu, tas lipat dan bag tag.

Menariknya, semua cinderamata tersebut menggunakan anyaman daun lontar sebagai material utama dan dihasilkan oleh ketrampilan tangan ibu-ibu di Flores.

“Terlibat dalam acara sebesar Asian Games 2018 juga memberikan dampak positif kepada ibu- ibu penganyam kami di Flores dan di daerah baru yang kami dampingi. Ibu- ibu semakin termotivasi untuk membuat karya anyaman yang terbaik, belajar membuat produk baru yang diinginkan oleh pasar dan yang terpenting adalah melestarikan kembali kerajinan anyaman yang sudah mulai ditinggalkan,” kata Melia Winata pemilik Du-Anyam.

“Kita harus melihat tren saat ini, kalau orang jaman dulu membawa buah tangan saja sudah senang, tapi kalau sekarang kebutuhannya sudah bermacam-macam, sehingga standard produksi cinderamatanya harus ditingkatkan, seperti regulasi negara yang datang terkait cinderamata pun harus ditinjau, seperti membawa cinderamata kayu, kayu itu kan sensitif. Peraturan negara seperti jepang itu sangat ketat, cina dan korea utara mungkin sangat ketat,” tambah Rhenald Kasali.

Melia Winata dari Du’Anyam menambahakan dengan adanya Asian Games 18 tentunya penjualan dan pendapatan UMKM Indonesia bisa meningkat karena adanya peningkatan kebutuhan produk cinderamata baik dari dalam negeri maupun oleh tamu luar negeri.

Selain dari itu, para UMKM yang berkesempatan untuk bisa menjadi official merchandiser Asian Games 2018 seperti Du-Anyam jadi semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas produksinya, sehingga produk yang dibuat dan ditawarkan dapat memenuhi standar untuk Asian Games, suatu peningkatan yang tentunya akan terus dipertahankan dan tawarkan bahkan sesudah acara Asian Games 2018 selesai.

“Untuk produk Du-Anyam, kami sudah memproduksi 4.500 produk dan menargetkan untuk bisa menjual 30.000 produk hingga akhir tahun. Menurut kami tentunya ada dampak Asian Games baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan UMKM Indonesia,” jelas Melia saat dihubungi.

Rhenald Kasali menambahkan bahwa pelaksanaan Asian Games 2018 tentunya akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia, tetapi perhelatan ini hanya akan berlangsung beberapa minggu di daerah tertentu. Untuk itu harus lebih kreatif agar kontribusinya merata.

“Dampak multiplier effect dari Asian Games terhadap masyarakat Indonesia tidak hanya terjadi dalam sekejap, multiplier effect terjadi di beberapa sektor, mau pilih yang mana, promosinya, pemberitaan, penginapan tempat wisata yg baik dan LRT. Saran saya agar lebih mendorong perekenomoian Indonesia, libatkan anak muda,” kata Rhenald. (*)