Ini Balasan Bagi Cucu Durhaka

17 Mei 2018 - 20:05:04 | 405 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/17052018/Bandarlampung

----- Cucu durhaka, itu lah sebutan yang pantas untuk terdakwa Eldy Pratama (21) warga Jalan P Kemardekaan, Gang Ali Yakin Nomor 66, Kelurahan Tanjung Raya, Kedamaian, Bandarlampung. Pasalnya,  terdakwa telah melakukan pemukulan terhadap Hasanah, yang juga merupakan nenek kandungnya yang berusia 87 tahun.

Dalam persidangan, saksi Hasanah (87) tersebut di hadapan majelis hakim mengaku jika dirinya telah mengasuh terdakwa selama 21 tahun. Namun dirinya selalu dipukuli hingga mengalami geger otak dan luka berat.

Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di PN Tanjungakarang dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

Saksi yang hanya duduk di kursi roda itupun sudah tidak lagi bisa berbicara dan mendengar dengan baik sebagaimana orang pada umumnya. Ia hanya bisa berbicara terbata-bata untuk menjelaskan kejadian pemukulan yang dilakukan terdakwa melalui salah satu keluarga yang juga duduk mendampingi di sebelahnya.

Dalam kesaksinya nenek renta itu hanya mengusap air mata ketika majelis Hakim menanyakan seputar kejadian yang dialaminya. “Sudah sembuh di sini, di sini, di sini,” kata dia dengan menunjukkan bekas luka dan sembari berjalan menuju ke arah terdakwa untuk memberi makanan dan uang usai sidang kemarin.

Dalam kesaksian nenek yang dianiaya oleh cucunya ini mengatakan, jika dia tetap memaafkan kelakuan cucu kesayangannya itu, meskipun hampir setiap saat cucunya tersebut memukuli dirinya.

Kemudian usai sidang, terdakwa mengakui jika benar, dia telah menganiaya neneknya itu hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. “Ya benar Yang Mulia, saya pukul dua kali bagian kepala, tangan, kakinya saya tendang, saya khilaf majelis,” katanya.

Seusai saksi korban memberi keterangan, perempuan berusia 87 tahun ini meminta kerabat yang mendorong kursi roda menghampiri cucunya itu. Disaat itulah pelaku langsung bersujud mencium kaki neneknya itu.

Sudah terbayang hukuman apa yang akan diterimanya. Dengan pengakuannya itu, terdakwa mengaku menyesal.

Terdakwa kini menghadapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan perkara pidana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. (ver)