Kejari Sukadana Bidik Gapoktan Margosari Metro Kibang

17 Mei 2018 - 17:52:08 | 195 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/16052018/Lampung Timur

----- Tidak ada warga negara Indonesia yang kebal hukum. Merebaknya kabar adanya penyelewengan dana bantuan alat system pertanian (alsistan) oleh oknum gabungan kelompok tani (Gapoktan) desa Margosari Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur, mulai mendapat perhatian penegak hukum.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur menindak lanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan bantuan peralatan dan dana pembinaan yang mencapai ratusan juta rupiah oleh pengurus Gapoktan Desa Margosari Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur priode 2014-2018.

Pihak Kejari menurunkan dua Jaksa, Aby dan Wahdi dari Tindak Pindana Kusus (Pidsus) untuk melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) ke Desa Margosari Kecamatan Metro Kibang, pada Rabu 16 Mei 2018.

Wargapun antusias memberikan keterangan kepada kedua Tim Jaksa tersebut, puluhan warga berkumpul di salah satu rumah milik warga setempat yaitu Sunarto.

Salah seorang warga Sigit yang menjadi anggota kelompok Tani menjelaskan, sejak 2014 kelompoknya hanya menerima bantuan berupa benih jagung yang diberikan oleh Gapoktan di Desanya.

“ Kami tidak tahu menahu ada bantuan dari Dinas, sejak 2014 kami hanya menerima bantuan benih jagung itu saja. Kami kaget kalau ternyata kelompok tani di Desa kami mendapat bantuan pada saat ada rapat di Balai Desa dan orang Dinas Pertanian hadir menyampaikan hal itu,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota kelompok Tani lainnya, Suradi menurutnya, bantuan dari Pemerintah melalui Dinas Pertanian Lampung Timur tidak pernah sampai ke kelompoknya.

“ Katanya ada uang, ada mesin Alkon, pupuk, bibit kedelai dan yang lainnya, kami tidak pernah menerima itu semua. Bahkan kami tidak pernah diajak rembukan oleh pengurus Gapoktan jika ingin mengajukan proposal, kami hanya diminta menyerahkan Cap Stempel kelompok Tani kepada pengurus Gapoktan,” katanya.

Sementara, Aby Tim Pidsus Kejari Sukadana mengaku, pihaknya datang ke Desa Margosari untuk melakukan Puldata dan Pulbaket berdasar berita dari media online yang beredar dan informasi dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan bantuan Alsintan oleh pengurus Gapoktan.

“Saat ini kami baru mencari informasi dan keterangan dari warga kelompok Tani. Hasilnya akan kami laporkan kepada Pimpinan untuk mendapat petunjuk lebih lanjut,” jelasnya.

Disinggung adanya tindakan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan bantuan Aby mengaku, kemungkinan dugaan itu ada dan dimungkinkan desa-desa yang lain di wilayah Kecamatan Metro Kibang mengalami hal yang sama.

Selanjutnya Aby menjelaskan, pihak Kejaksaan akan mendalami dan menelusuri kasus tersebut hingga tuntas. Dan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pengurus Gapoktan Desa Margosari.

“ Kami sudah mendapat informasi dari warga kelompok Tani, ini akan menjadi bahan kami sebagai laporan awal kepada pimpinan yang selanjutnya kami akan melakukan pemanggilan kepada para pihak yang berkaitan dengan hal ini,” tendasnya. (Igun)