Duka Mendalam Arinal-Nunik Atas Wafatnya Dalang Ki Enthus

15 Mei 2018 - 06:11:40 | 1836 | HUMANIORA

DL/15052018/Bandarlampung

----- Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kabar duka yang tiba-tiba menyeruak dating dari Tegal. Dalang kondang yang juga Bupati Tegal Non Aktif, Ki Enthus Susmono yang saat ini juga sedang mencalonkan diri menjadi bupati Tegal untuk kedua kalinya, wafat.

Sontak pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor urut tiga Arinal Djunaidi - Chusnunia mengucapkan turut berduka mendalam atas wafatnya dalang kondang Ki Enthus Soesmono. 

Ki Enthus meninggal dunia di Rumah Sakit Soeselo, Slawi, Tegal, Senin, 14 Mei 2018,  sekitar pukul 19.10 WIB. Ki Enthus dirawat di rumah sakit karena terkena serangan penyakit jantung.

Arinal Djunaidi yang mengenal cukup dekat Ki Enthus sebagai dalang kreatif. “Selama hampir satu tahun pada 2017, kami sering bersama Pak Enthus menggelar pertunjukan wayang di berbagai daerah di Lampung,” kata Arinal.

Selama bersama, Arinal mengaku banyak memperoleh pelajar berharga, terutama tentang prinsip-prinsip menjalani kehidupan sehari-hari, yang disampaikan Enthus melalui pertunjukan wayang.

Menurut Ketua DPD Golkar Lampung itu, Ki Enthus tidak sekadar menghibur masyarakat melalui pertunjukkan wayang, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. “Kami turut berduka mendalam. Semoga Pak Enthus khusnul khotimah. Amin,” doa Arinal.

Dimakamkan Hari Ini

Sementara Enthus Soesmono, yang meninggal dunia di usia 52 tahun, sempat dibawa ke Puskesmas Jatinegara, Tegal untuk mendapatkan perawatan, tapi karena keterbatasan alat, lalu dibawa ke RS Soeselo.

Pjs Bupati Tegal, Sinung N. Rachmadi mengatakan, almarhum rencananya dimakamkan Selasa 15 Mei 2018 siang. Tapi, masih menunggu informasi dari keluarga.

Almarhum yang juga dikenal dalang itu menjabat Bupati Tegal periode 2014-2019. Bersama Umi Azizah mendaftar ke KPU Kabupaten Tegal untuk mengikuti pemilihan kepala daerah Tegal tahun 2018.

Ki Enthus sebelum menjadi bupati Tegal, aktif sebagai dalang wayang kreatif. Tahun 2005 menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang seni-budaya dari International Universitas Missouri, Amerika Serikat dan Laguna College of Bussines and Arts, Calamba, Philippines (2005).

Ratusan karyanya juga tersimpan di museum di Belanda, Jerman, dan New Mexico. (rls)