Kader Nasdem Apel Siaga Serentak Melawan Terorisme

15 Mei 2018 - 05:39:02 | 62 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/15052018/Bandarlampung

---- Serangan bim bunuh diri yang beruntun terjadi di wilayah Jawa Timur telah membangunkan kesadaran masyarakat untuk terus waspada terhadap gangguan terror yang ada dan kemungkinan bisa terjadi di mana saja di wilayah Indonesia.

Partai Nasdem mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Surabaya dan Sidoarjo yang melukai rasa kemanusiaan.

Duka dan belasungkawa juga disampaikan oleh DPP Partai Nasdem baik kepada korban Polisi dalam peristiwa kekerasan oleh napi teroris di Mako Brimob maupun korban peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, memerintahkan kepada seluruh pengurus dan kader Partai Nasdem untuk melaksanakan apel siaga melawan terorisme sekaligus menyatakan belasungkawa terhadap para korban serta dukungan kepada aparat keamanan untuk bekerja.

Seluruh pengurus dan kader Partai Nasdem se-Indonesia akan melangsungkan apel siaga melawan terorisme di kantor partai tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota secara serentak.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Lampung, Taufik Basari, mengatakan bahwa partainya akan menggelar Apel Siaga serentak di halaman kantor DPW Provinsi dan kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota se-Lampung.

Apel Siaga di DPW Nasdem Lampung dipimpin Wakil Ketua DPW NasDem Provinsi Lampung, Garinca Reza Pahlevi, yang dihadiri oleh 100 pengurus partai, sementara di Kabupaten/Kota akan dipimpin Ketua DPD masing-masing.

“Partai Nasdem siap menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami mengutuk terorisme dan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama melawannya dan tidak memberikan ruang bagi pikiran-pikiran yang penuh kebencian,” kata Taufik Basari yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Hukum dan HAM ini.

Taufik menambahkan, tidak bisa melawan terorisme ini sendirian. “Semua harus terlibat hilangkan sekat kelompok dan kepentingan apapun termasuk kepentingan politik. Kita ingin bangsa ini aman dan damai. Kita jadikan momentum ini untuk merajut kembali kebersamaan kita menjaga negeri ini.” tambahnya.

Dulu, kata Taufik, ketika musibah tsunami di Aceh, semua mau menyingkirkan kepentingannya masing-masing, berdamai demi kemanusiaan. “Sekarang, semestinya kita juga bisa bergandengan tangan, melawan terorisme dan pendukung- pendukungnya,” kata dia. (ver)