Bekerja Demi Pembangunan di Masa Depan yang Berkesinambungan

11 Mei 2018 - 23:44:08 | 3132 | EKONOMI

DL/11052018/Jakarta 

---- Pada September 2015, di konferensi PBB yang bersejarah, sejumlah pemimpin dunia menetapkan 17 Sasaran Pembangunan yang  Berkesinambungan (SDG). Dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, berbagai negara di seluruh dunia akan mengerahkan segala upaya untuk mengakhiri segala bentuk kemiskinan, melawan ketidaksetaraan, dan mengatasi perubahan iklim.

Upaya internasional ini sangat penting untuk masa depan bumi . Sebagai contoh,  jika perubahan iklim tidak diatasi, suhu permukaan rata-rata global diperkirakan meningkat hingga 4,8° Celsius (8,64° Fahrenheit) pada tahun 2100.

Jika hal ini dibiarkan , maka akan terjadi angin topan dan badai lainnya yang semakin kencang, banjir dan kekeringan akan lebih sering terjadi, dan penyakit yang mudah menular seperti malaria akan menyebar luas.

Bukan hanya sejumlah negara yang berupaya mencapai SDG. PBB telah bermitra dengan berbagai organisasi, mulai dari Festival Kreativitas Cannes hingga pembuat film Angry Birds, dengan tujuan menyebarkan pesan tentang pembangunan yang berkesinambungan dan mencapai hasil yang diharapkan bagi sasaran masing-masing individu3.

Adanya peningkatan partisipasi dari jumlah pemangku kepentingan utama menunjukkan preferensi untuk bermitra dengan perusahaan yang secara aktif mendukung SDG. 

Ini adalah salah satu alasan mengapa sejumlah perusahaan besar berkomitmen secara sukarela untuk membantu pencapaian SDG. Ajinomoto Co., Inc. (Ajinomoto Co.) bangga menjadi salah satu di antaranya.

Ada sejumlah alasan mengapa kami menjadi sangat terlibat dalam upaya ini. Pertama, kami adalah  perusahaan internasional yang memiliki dampak besar, karena beroperasi di 30 negaradan bergerak dalam bisnis pengubahan sumber daya alam menjadi produk makanan dalam skala besar.

Oleh karena itu, kami merasa perlu membuat perubahan yang nyata dan positif untuk dunia. Kedua, kami merasa tindakan ini memang harus dilakukan. 

Salah satu bidang yang sangat kami fokuskan adalah energi terbarukan, yang sangat penting untuk kelestarian planet dan sumber daya kami. Penggunaan energi terbarukan akan membantu pencapaian sejumlah SDG, khususnya: 1. SDG No. 7 : Energi yang terjangkau dan bersih. 2. SDG No. 13: Tindakan terkait Iklim.

Pabrik Ayutthaya

Pada April 2016, AJINOMOTO CO., (THAILAND) LTD. memperkenalkan sistem kogenerasi biomassa di Pabrik Ayutthaya di Thailand. Sistem kogenerasi menggunakan sumber panas untuk menghasilkan listrik dan uap yang diperlukan. Pertanyaannya tentu saja adalah seberapa ramah lingkungan bahan bakar tersebut. i Pabrik  Ayutthaya, sekam padi digunakan sebagai bahan bakar.

Jumlah CO2 yang diserap oleh tanaman saat tumbuh kurang lebih sama dengan jumlah yang dikeluarkan saat tanaman dibakar untuk dijadikan bahan bakar. Dengan kata lain, penggunaan tanaman sebagai bahan bakar bio merupakan karbon netral.

Dengan peralihan dari bahan bakar fosil ke bahan bakar biomassa , pabrik mampu mengurangi emisi CO2 sebanyak sekitar 59.000 ton per tahun. Selain itu, pabrik tersebut mampu mengganti sebagian daya yang dibeli dengan daya yang dihasilkan sendiri. Kedua tindakan ini mampu mengurangi pengeluaran biaya  dan meningkatkan kemampuan agar pabrik tetap berjalan meskipun terjadi kondisi kekurangan  daya.

Salah satu hasil dari penerapan sistem kogenerasi biomassa yang dilaksanakan di AJINOMOTO CO., (THAILAND) LTD., kini pabrik mampu mengontrol sendir semua aspek produksi dari bahan bakarnya , mulai dari mendapatkan sekam padi hingga memanfaatkan abu hasil pembakaran secara efektif4. Ini adalah contoh penting komitmen kami untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam yang terbatas, mengurangi polusi, serta mendukung kesuksesan penduduk dan perusahaan setempat.

Menerapkan Teori Ekonomi Sirkularpada Skala Global

Ekonomi linear tradisional menghasilkan banyak limbah. Pada dasarnya, proses ini berkisar tentang pembuatan, penggunaan, dan pembuangan sesuatu.

Sebaliknya, ekonomi sirkular  mempertahankan penggunaan sumber daya selama mungkin, mengambil nilai semaksimal mungkin, lalu memulihkan dan memperbarui sumber daya dari produk setelah masa pakainya berakhir agar dapat membuat produk dan bahan baru4.

Ajinomoto Co. berkomitmen untuk menerapkan teori ekonomi sirkular pada skala global di berbagai negara tempat kami bekerja dan berbisnis. Kami melakukannya dengan berfokus pada pengurangan limbah dan pembuangan, daur ulang, pembagian, serta pelestarian lingkungan.

Ajinomoto Do Brasil Indústria E Comércio De Alimentos Ltda

Di AJINOMOTO Do Brasil Indústria E Comércio De Alimentos Ltda. (AJINOMOTO Do Brasil), nilai yang dihasilkan dan keberkesinambungan  menjadi inti dari semua aktivitas kami. Misalnya, tebu yang digunakan sebagai bahan baku utama  untuk memproduksi bumbu umami AJI-NO-MOTO® dapat dimanfaatkan sepenuhnya pada setiap langkah proses, dan pupuk dapat dibuat sebagai produk bagian  dari proses produksi asam amino.

Pupuk ini dipasok kembali ke perkebunan setempat, untuk menghasilkan beragam tanaman seperti tomat, anggur, biji kopi, dan tentunya lebih banyak tebu.

Dalam inisiatif yang mirip seperti inisiatif di Thailand, Ajinomoto Group di Brasil berhasil memasang tungku biomassa di tiga pabriknya yang berlokasi di pedalaman SãoPaulo, yakni Laranjal Paulista, Limeira, dan Pederneiras. 

Hasilnya, dalam periode antara April 2016 hingga Maret 2017, emisi CO2 berkurang sebesar 41% hinghimhingga mendekati angka nol. Selain itu, mereka memasok lebih dari 80% permintaan proses industri dengan biaya lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca hingga hampir menjadi nol. 

Komitmen AJINOMOTO DO BRASIL terhadap lingkungan tidak berhenti di sana. Melalui pendidikan dan kerja sama internal tentang "3R", yakni reduce, reuse, dan recycle (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang), mereka juga mengurangi pemakaian air sebesar 42%.

Jumlah ini setara dengan penggunaan air bersih di limakolam renang berstandar Olimpiade setiap hari nya.

Komitmen Berkelanjutan

Sejauh ini, tungku biomassa beroperasi di sepuluh pabrik kami di seluruh dunia. Target kami adalah memiliki 50% rasio energi terbarukan di seluruh operasi, yang mencakup 108 pabrik, pada tahun 2030.

“Kami mengemban tanggung jawab kepada pelanggan, karyawan, masyarakat tempat kami beroperasi, dan bumi. Di masa depan, kami akan terus berupaya mencapai SDG PBB melalui aktivitas-aktivitas seperti yang telah dijelaskan di atas. “ Katanya. (Adv)