Sulpakar Akui Pendidikan Lampung Belum Maksimal

11 Mei 2018 - 17:55:45 | 891 | PENDIDIKAN

DL/11052018/Bandarlampung

---- Terkait pernyataan Aliansi Pemuda Mahasiswa Lampung (APML) yang menyatakan masalah pendidikan khususnya di Lampung menduduki urutan terendah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Lampung, Drs. Sulpakar, MM mengatakan dengan adanya penilaian masyarakat seperti itu pihaknya menerima untuk dijadikan motivasi meningkatkan pelayanan pendidikan.

“Dengan adanya penilaian masyarakat yang menyatakan pendidikan di Lampung belum maksimal seperti itu ya kita terima. Hal itu justru seharusnya dijadikan motivasi kami untuk meningkatkan pelayanan pendidikan. Mengenai pendidikan di Lampung tidak ada tebang pilih, semua masukan masyarakat kita terima setelah itu kita akan analisis, semua dalam proses tidak ada yang sempurna,” kata Sulpakar saat ditemui detiklampung.com usai menghadiri acara Pelantikan dan pengambilan sumpah SMK kesehatan jurusan Farmasi dan Keperawatan se-Provinsi Lampung tahun Ajaran 2017/2018.

Sulpakar mengaku bahwa ada yang perlu ditinjau kembali bahkan ditingkatkan dalam proses pendidikan di Lampung. Bagi Lampung. Menjadi peringkat bawah dalam urutan mutu pendidikan di Indonesia, adalah sebuah tantangan berat untuk meningkatkannya.

Sebelumnya, puluhan masa yang tergabung Aliansi Pemuda Mahasiswa Lampung (APML)

menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Lampung, dalam rangka menuntut persoalan rakyat Indonesia khususnya pendidikan di Lampung di hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada, Rabu 2 Mei 2018.

Koordinator pendemo, Sayid dalam orasinya mengatakan bahwa masih adanya berbagai persoalan masalah pendidikan khususnya di Lampung menduduki urutan terendah karena saat ini masih ada kalangan yang tidak dapat mengenyam pendidikan.

Ia menambahkan, seharusnya pendidikan itu tidak masuk dalam sektor jasa, karena pendidikan itu hak milik bangsa Indonesia sebagai mana tercantum dalam UU Dasar 1945.

Sedangkan dengan bergabungnya Indonesia dengan GATS (General Agreement On Trade in Service) dan WTO (World trade organization) hanya menempatkan pendidikan sebagai sektor jasa. (ver)