Acong Tanggapi Tuduhan Panwaslu Lamtim

11 Mei 2018 - 05:15:01 | 162 | POLITIK

DL/11052018/Bandarlampung

--- Loyalis tim pemenangan Herman HN – Sutono, Joni Fadli alias Acong, memberikan klarifikasi atas pemberitaan kepada media masa mengenai tuduhan Panwaslu Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).  Terkait penyebar selebaran kampanye hitam (black campaign) di Lampung Timur dan Metro terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor urut 1 M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri tersebut.

Dalam konferensi pers, Joni Fadli yang didampingi Kuasa Hukumnya yakni Defri Julian, Hanafi Sampurna  dan Heri Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya konsen pada dugaan kasus asusila Gubernur Lampung terhadap Sinta Melyati jauh sebelum tahapan Pilgub Lampung dimulai.

“Agar saya tidak disebut fitnah, saya mengajak Bawaslu Lampung bersama-sama melihat dan mendengarkan video dan audio terkait pengaduan kami di Komisi III DPR RI,” kata Joni.

Selain itu Acong juga siap akan menghadiri panggilan klarifikasi dari Panwaslu atau Gakkumdu Lamtim, untuk membuktikan bahwa isi selebaran tersebut bukan fitnah karena yang disampaikan tersebut berdasarkan data dan fakta.

Ketika ditanya awak media apakah dirinya mengenal Isnan Subkhi? Dia mengatakan dengan tegas mengaku mengenalnya. “Iya benar dari ketiganya saya hanya mengenal Isnan. Saya sudah kenal cukup lama,” kata  Kamis 10 Mei 2018.

Kemudian mengenai pengakuan Isnan Subkhi bahwa dia dibayar oleh Joni Fadli untuk menyebar selebaran yang berisi black campaign di Lamtim dan Metro. Joni Fadli melalui Kuasa Hukumnya enggan mengomentari pertanyaan ini.

“Soal pertanyaan itu, nanti saja saya jawab di Gakkumdu, saya gak bisa jawab di sini. Dan saya tegaskan sekali lagi selebaran yang disebar oleh Isnan tersebut bukan Fitnah tapi fakta,” kata dia.

Dirinya juga membenarkan telah dua kali mangkir dari panggilan Panwas Lamtim, saat dimintai klarifikasi terkait pengakuan Isnan ini, dengan alasan dia harus membicarakan terlebih dahulu dengan rekan-rekan yang lain. (ver)