Tito Jelaskan Kronologis Penyanderaan di Mako Brimob

10 Mei 2018 - 19:14:59 | 100 | NASIONAL

DL/10052018/Jakarta

--- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi Mako Brimob, Depok, Kamis 10 Mei 2018 petang. Tita baru tiba dari Yordania dan langsung menyambangi lokasi kerusuhan berujung penyanderaan di Mako Brimob.

Tito menjelaskan kronologi dan duduk perkara penyanderaan yang terjadi di Mako Brimob. Tito memaparkan informasi dengan menambah detail dari yang telah disampaikan Polri.

Tito mengatakan Rutan Mako Brimob tidak layak sebagai rumah tahanan teroris. Menurutnya rumah tahanan di Mako Brimob tidak berstandar maximum security.

“Ini dulunya rumah tahanan buat anggota Polri dan penegak hukum lain," Kata Tito di Mako Brimob seperti dikutip dari laman cnn-indonesia.com.
Rutan Mako Brimob, kata Tito, dijadikan rumah tahanan teroris karena tidak ada tempat lain. Rumah tahanan dinilai aman lantaran berada di dalam kawasan Mako Brimob.

“Jadi (narapidana) tidak bisa kemana-mana, tapi di dalam tidak layak dan bukan di deasin untuk terois,” kata Tirto
Kerusuhan berujung penyanderaan di Mako Brimob berakhir tanpa negosiasi. Usai 36 jam upaya penanggulangan, 155 napi teroris menyerah tanpa syarat.

Bentrokan Mako Brimob menewaskan lima anggota polisi dan satu narapidana terorisme. 

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tak memberi tempat untuk terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu kemanan negara. 
“Perlu saya tegaskan, negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak pernah memberi ruang kepada terorisme, kepada upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” ujar Jokowi di Istana Bogor. (v/*)