IGBK Akan Kehilangan Nama Bung Karno

09 Mei 2018 - 21:43:11 | 1836 | OLAHRAGA

DL/09052018/Jakarta

----- Istora Gelora Bung Karno kabarnya akan dijual pada pihak swasta. Jika hal itu terjadi ada kemungkinan bahwa nama Bung Karno akan hilang dari identitas arena tersebut dan akan digantikan dengan Blibli Arena.

Istora Gelora Bung Karno sendiri adalah arena bulu tangkis yang biasa digunakan untuk turnamen tingkat internasional. Arena tersebut juga akan digunakan tempat pagelaran Asian Games dan juga Indonesia Open pada bulan Juli nanti.

Sementara itu, Blibli adalah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce yang sudah tidak asing di Indonesia. Perusahaan tersebut akan menjadi sponsor dalam turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2018. Menurut kabar yang beredar, perubahan nama dari Istora Gelora Bung Karno menjadi Blibli Arena terkait kesepakatan sponsor tersebut.

Seiring maraknya kabar terkait penjualan Istora Gelora Bung Karno, Winarto yang menjabat sebagai direktur GBK menyatakan bahwa Istora Gelora Bung Karno memang punya potensi berganti nama. Namun hal itu masih belum pasti.

“Mereka (Blibli) bilang nanti akan berubah nama pada 2018, saya tegaskan itu masih nanti. Belum ada tanda tangan kontrak,” seperti dikutip laman Tempo.

Terkait pergantian nama setelah terjadi deal, menurut Winarto, memang bukan hal yang baru. Hal itu dinyatakan sah dan sering terjadi di luar negeri. Adapun investasi yang akan dilakukan oleh pihak swasta diklaim menjadi sesuatu yang baik untuk menghidupi arena milik Sekretariat Negara tersebut.

"Kita ini kan BLU (badan layanan umum) dan harus cari uang sendiri. Kalau tidak ada income kan tidak bisa merawat,” paparnya.

Seperti dilansir bola.net, Istora sendiri baru saja mengalami renovasi yang menghabiskan biaya mahal untuk menambah fasilitas-fasilitas tingkat internasional. Winarto menyatakan jika hanya mengandalkan pemasukan dari biaya sewa penggunaan arena, hal itu dinilai tidak cukup untuk merawatnya.

Wacana pergantian nama Istora Gelora Bung Karno sendiri muncul setelah CEO Blibli, Kusumo Martanto mengatakan investasi yang dilakukan pada arena tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan tersebut terhadap bulu tangkis di Indonesia. (*)