Aduh Mbah, Ternyata Sampeyan Dukun Aborsi Ya

08 Mei 2018 - 18:56:29 | 115 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/08052018/Bandarlampung

---- Tak dinyana tak diduga, ternyata mbah Sempok (71) yang selama ini dikenal oleh para tetangga dan masyarakat sekitar sebagai dukun bayi, ternyata punya sambilan, jadi dukun aborsi.

Mungkin Mbah Sempok tak berpikir sama sekali jika akhirnya harus berurusan dengan polisi. Tapi nyatanya diusia senja itu, dia harus meringkuk di sel Polresta Bandarlampung karena perbuatannya yang melawan hukum.

Mbah Sempok tiga tahun bekerja sebagai dukun urut bayi. Kini Mbah Sempok diamankan Polresta Bandarlampung, di rumahnya di Jl Imam Bonjol, Kemiling, Bandarlampung, Jumat 4 Mei 2018 lalu.

Ini diungkapkan Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono, saat ekspose di Mapolresta Bandarlampung, Selasa 8 Mei 2018.

Murbani mengatakan, bahwa klien mbah Sempok kebanyakan daun muda, terbukti saat penangkapan ikut diamankan dua sepasang kekasih asal Mesuji.

“Awalnya tersangka ini hanya ingin membantu orang-orang yang datang ke rumahnya karena yang bersangkutan sebagai dukun urut bayi. Tapi sejak tiga tahun belakangan Mbah Sempok berpindah jurusan sebagai dukun aborsi,” kata dia.

Tarifnya Rp1,5 Juta

Saat dilakukan penangkapan, tersangka sedang melakukan praktek ilegal pada minggu 6 Mei 2018. Mereka yang datang kepada Mbah ini adalah perempuan yang masih muda bahkan ada yang dibawah umur. “Mereka ada juga dari luar daerah kemaren itu dari Mesuji umur wanita yang masih berumur 20 tahun dan lelakinya berusia 22 tahun. Dua-duanya ikut diamankan,” kata Kapolresta.

Klien tersangka ini sudah lebih dari 30 orang. Tersangka melakukan perbuatan ilegal itu dengan cara meminumkan larutan Kris dan obat yang dipesan secara online. “Rata-rata pasiennya adalah mahasiswi dengan usia kandungan satu sampai dua atau tiga bulan dan memasang tarif Rp 1,5 hingga Rp2 juta,” kata dia.

Saat dikonfirmasi oleh para awak media, Mbah Sempok mengaku melakukan aksinya sendirian dengan menggunakan doa-doa. Ia juga mengakui jika perbuatan yang dilakukannya adalah dosa.

“Saya sendiri, gak dibantu yang lain. Eneng doa doa ne mohon Karo sing ndue nyowo (ada doanya minta sama yang punya nyawa Allah). Aku sadar iku duso (dosa) aku janji gak bakal ngulangi lagi,” kata wanita renta itu.

Dari penangkapan tersebut, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa sarung, Kris, beberapa obat pelebur kandungan dan janin yang masih berusia satu bulan.

Atas perbuatannya tersebut Mbah Sempok terpaksa dijerat dengan Pasal 194 jo pasal 75 UU RI No.36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. (ver)