Kapolda Akan Pecat Polisi Yang Ditangkap BNN Terkait Narkoba

08 Mei 2018 - 15:29:02 | 90 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/08052018/Bandarlampung,

----- Terkait penangkapan terhadap dua anggota Polisi yang bernama Adi Setiawan (36) dan seorang anggota polisi Lampung Selatan berpangkat Bripka Rechal Oksa Hariz. Kini Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Suntana, langsung akan mengeluar perintah tegas untuk mencopot kedua anggota yang terlibat kasus kepemilikan narkotika sebanyak empat kilogram sabu, 4.000 pil ekstasi dan uang sebesar Rp49 juta.

Suntana mengatakan akan menindak tegas terhadap anggota yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. “Saya tak perlu menunggu sampai proses persidangan untuk memecat setiap anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Jika anggotanya terbukti dan berkas perkara P-21 makan segera akan di non-aktifkan jadi anggota polisi,” kata dia kepada wartawan usai acara coffee morning, Senin 8 Mei 2018.

Menurutnya, begitu tersangka sudah sesuai dan sudah dijadikan tersangka kita akan menonaktifkan yang bersangkutan sebagai polisi. Secara organisasi dan disiplin kode etik akan dilaksanakan proses pemecatan segera, dan yang bersangkutan juga akan kita proses pidana.

Diketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, berhasil menangkap empat tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Para tersangka ditangkap pada Minggu 6 Mei 2018 Pukul 12.30 WIB. Tersangka, katanya, ditangkap saat berada di Jalan Raya Lintas Sumatera, Kalianda, Lampung Selatan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, karena melakukan perlawanan satu dari empat tersangka yakni bernama Hendri Winata (28) warga Jalan Dusun I Marga Agung, Lampung Selatan, tewas tertembak karena melakukan perlawanan terhadap anggota.

Selain itu, ia menambahkan, masih ada tiga tersangka yang ditangkap yaitu bernama Adi Setiawan (36) seorang anggota polisi Lampung Selatan berpangkat Bripka, Rechal Oksa Hariz seorang sipir LP Kalianda dengan jabatan penjaga pintu utama, dan Marzuli YS (38) seorang napi LP Kalianda yang juga merupakan  bandar barang haram tersebut. (ver)